Gandeng Pelindo Terminal Petikemas, BSI Dukung Digitalisasi Layanan di Sektor Maritim
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menggandeng PT Pelindo Terminal Petikemas guna meningkatkan layanan jasa perbankan syariah di sektor kemaritiman, sehingga mendorong digit...
Bacakan Artikel
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menggandeng PT Pelindo Terminal Petikemas guna meningkatkan layanan jasa perbankan syariah di sektor kemaritiman, sehingga mendorong digitalisasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
PT Pelindo Terminal Petikemas merupakan sub holding dari PT Pelindo. Melalui kerja sama ini, diharapkan dapat meningkatkan layanan transaksi perbankan bagi ekosistem Pelabuhan.
Direktur Retail Banking BSI Ngatari mengatakan sebagai bank syariah terbesar di Tanah Air, BSI terus berkomitmen meningkatkan sinergi dan kolaborasi dengan mitra-mitra di berbagai sektor, salah satunya di industri kemaritiman.
BSI siap mendukung dan mengembangkan layanan perbankan untuk Pelindo Terminal Petikemas, sehingga mendorong digitalisasi layanan di lingkungan Subholding Pelindo Terminal Petikemas.
โAdanya kerja sama digitalisasi ini akan memudahkan pengguna Jasa Pelindo dalam melakukan transaksi pembayaran secara cashless, dan mendukung transparansi keuangan yang aman dan akuntabel,โ ujar Ngatari.
Kerja sama antara BSI dan Pelindo Terminal Petikemas meliputi penyediaan fasilitas pembayaran secara host to host, penggunaan Virtual Account BSI sehingga pembayaran dapat dilakukan di e-channel BSI seperti ATM, BSI NET, CMS BSI, BSI Mobile dan Kantor Cabang BSI. Ini merupakan kelanjutan kerja sama BSI dan PT Pelindo yang sebelumnya terjalin di Aceh.
BSI juga memfasilitasi sentralisasi pengeloaan anggaran di lingkungan PT Pelindo beserta Sub Holding dan anak perusahaan melalui penggunaan produk BSI Thru Account. โHal ini tentunya memudahkan dalam pengelolaan rekening agar lebih efektif, efisien dan akuntabel serta dapat lebih mengoptimalkan likuiditas perusahaan dan dapat menekan biaya operasional,โ tambah Ngatari.
Menurut Ngatari, pertumbuhan bisnis BSI dengan Pelindo terus mengalami kenaikan. Hal tersebut terutama dari sisi transaksi retail yang berkaitan dengan layanan pembayaran pengguna jasa Pelabuhan melalui chanel Bill Payment dan Auto Collection System.
Selain kerjasama Host to Host pembayaran, BSI juga menyediakan berbagai produk dan layanan yang dapat dimanfatkan bagi para pegawai Pelindo dan Sub Holding Pelindo. Beberapa produk dan layanan tersebut di antaranya , Tabungan Haji, Tabungan pegawai, Payroll Pegawai, Pembiayaan Griya, Oto, Multiguna, Cicil Emas dan lainnya.
Sementara itu, Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra mengatakan melalui kerja sama layanan dengan BSI, nantinya pengguna jasa tidak perlu melakukan pembayaran jasa kepelabuhanan secara manual.
Seluruh proses pembayaran akan dilakukan dengan pemindahbukuan secara langsung oleh SPTP. Nantinya, antara SPTP dan BSI akan terhubung secara langsung secara host to host untuk melakukan sejumlah layanan perbankan bagi pengguna jasa.
"Transparansi dan integritas menjadi prinsip dalam layanan yang disiapkan antara SPTP dan BSI bagi pengguna jasa," kata Widyaswendra.
Baca Juga
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Alhamdulillah! Laba Bersih Bank Panin Dubai Syariah (PNBS) Melejit 209% di Semes...
- Kasus Dana Syariah Indonesia, OJK Ungkap Hasil Pemeriksaan Khusus dan Serahkan I...
- Pemerintah Gelar Lelang Sukuk Negara Pekan Depan, Target Serap Dana Rp10 Triliun
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- Kontrak Baru WEGE Meroket 510%, Utang Turun Jadi Rp1,84 Triliun
- WEGE Rugi Rp89,89 Miliar pada Semester I 2026, Pendapatan Anjlok 55%