STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan, saat ini pihaknya tengah mengawasi pola transaksi saham PT Indonesia Prima Property Tbk (OMRE), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), dan PT Surya Fajar Capital Tbk (SFAN). Ketiga saham di atas terindikasi bergerak tak wajar.
Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, dalam pengumuman, Jumat 27 Februari 2026 mengatakan, pola gerak saham OMRE, SSMS, dan SFAN diawasi BEI karena pergerakan harga di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA).
Informasi terakhir mengenai saham OMRE tercatat pada 13 Februari 2026. Laporan tersebut memuat informasi bulanan registrasi pemegang efek.
Untuk saham SSMS, publikasi terakhir dari manajemen keluar pada 12 Februari 2026. Informasi ini terkait koreksi laporan bulanan registrasi pemegang efek.
Sedangkan informasi publik terbaru dari SFAN terbit pada 5 Februari 2026. Perusahaan juga melaporkan data bulanan registrasi pemegang efek.
“Otoritas Bursa memandang perlu untuk mengawasi perkembangan harga saham OMRE, SSMS, dan SFAN sebagai bentuk perlindungan bagi investor,” katanya.
Yulianto mengakui bahwa, pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran atas peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.
Namun, dia meminta investor agar berhati-hati dengan memperhatikan jawaban manajemen OMRE, SSMS, dan SFAN atas permintaan konfirmasi BEI terkait perkembangan harga ketiga saham ini. Yulianto pun berharap supaya investor mencermati ketiga saham perusahaan tercatat di atas dan keterbukaan informasi.
Yulianto juga meminta investor mengkaji kembali rencana corporate action ketiga Perusahaan Tercatat jika belum mendapatkan persetujuan RUPS. Investor perlu mempertimbangkan matang berbagai kemungkinan yang dapat timbul sebelum memutuskan untuk berinvestasi di saham OMRE, SSMS, dan SFAN.
Pada perdagangan di BEI, Jumat 27 Februari 2026, harga saham OMRE terpantau di level Rp995 per unit, naik 9,94% dibanding penutupan sehari sebelumnya di Rp585 per unit.
Adapun saham SSMS dalam kurun waktu sama tercatat turun 2,48% menjadi Rp1.570. Selama sepekan, harga saham SSMS turun sebesar 10,25%.
Sedangkan saham SFAN terpantau di posisi Rp1.925 per unit, turun 0,26% dibanding penutupan sehari sebelumnya di Rp1.940 per unit. (konrad)
