Gelar IPO April 2026, BSA Logistics Indonesia (WBSA) Incar Dana Rp306 Miliar, Kinerja Solid

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Penawaran Umum Perdana (PUP) sebanyak 1,8 miliar saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) diselenggarakan pada 01-08 April 2026. Otoritas jasa Keuangan (OJK) akan menerbitkan pernyataan efektif pada 30 Maret 2026. Penjatahan saham WBSA, dan distribusi saham secara elektronik dilakukan masing-masing pada 08 dan 09 April 2026.

Sedangkan tanggal pencatatan saham WBSA di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilaksanakan pada 10 April 2026. Manajemen WBSA, dalam prospektus rencana PUP saham, Rabu (25/3/2026), menyebutkan, jumlah saham yang ditawarkan kepada investor mencapai 20,75% saham setelah IPO. Penawaran awal saham WBSA dimulai pada 25-27 Maret 2026.

Menurut manajemen WBSA, harga perdana saham WBSA tersebut ditawarkan di rentang harga Rp150 hingga Rp170 dengan nominal Rp40 per saham. Dari aksi korporasi ini, WBSA akan mendapat tambahan modal maksimal sekitar Rp306 miliar.

Seluruh dana yang diperoleh dari hasil IPO ini, setelah dikurangi dengan biaya emisi akan digunakan oleh WBSA untuk dua keperluan. Pertama, sebesar Rp215 miliar untuk mengambil alih saham BIL sebanyak 191.250 lembar saham atau setara dengan 99,99% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) dari PT Bermuda Nusantara Logistik (BNL). Kedua, sisanya dana hasil IPO akan digunakan oleh WBSA sebagai modal kerja.

Pendapatan neto WBSA naik 29,1%, dari sebesar Rp1,196 triliun per September 2024 menjadi sebesar Rp1,544 triliun per September 2025. Kenaikan ini seiring dengan meningkatnya volume kegiatan usaha Perseroan dibandingkan periode sebelumnya.

Kenaikan volume tersebut sebagian besar berasal dari segmen transportasi darat yang menyumbang sekitar 57% dari total kenaikan pendapatan neto, hal ini didorong oleh meningkatnya permintaan layanan dari sektor agrikultur.

Selain itu, sekitar 35% dari kenaikan pendapatan berasal dari segmen freight, yang mengalami peningkatan seiring dimulainya specialized project di sektor agrikultur, kenaikan volume pengiriman domestik dan internasional, serta mulai aktifnya cabang baru Perseroan di Semarang dan Makassar.

Dari pendapatan netor tersebut di atas, Perseroan mencatatkan laba usaha sebesar Rp66,656 miliar per September 2025, meningkat 133,3% dibandingkan laba usaha sebesar Rp28,567 miliar per September 2024.

Alhasil, laba periode berjalan WBSA tercatat sebesar Rp24,390 miliar per September 2025, meningkat sebesar Rp22,848 miliar atau melambung 1.482% dibandingkan laba sebesar Rp1,541 miliar per September 2024.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Bumi Serpong Damai (BSDE) Hentikan PUB IV Obligasi 2025 Senilai Rp249,13 Miliar, Ini Alasannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Bumi Serpong DamaiTbk (BSDE) mengumumkan...

OJK Pastikan Fundamental Industri Perbankan Tetap Solid, Kredit dan DPK Tumbuh

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian...

IHSG Sesi I Naik 1,30% Dekati Level 7.200 Diungkit Saham-Saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru