STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) membawa kabar baik bagi para pelaku pasar modal. Otoritas bursa memutuskan untuk mencabut penghentian sementara perdagangan saham atau suspensi terhadap empat emiten sekaligus. Saham-saham tersebut dapat kembali ditransaksikan mulai hari ini, Kamis (8/1/2026).
Keempat emiten yang dimaksud adalah PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV), PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMAS), PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP), dan PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI). Pencabutan gembok suspensi ini berlaku efektif baik di Pasar Reguler maupun Pasar Tunai.
Sebelumnya, bursa terpaksa melakukan suspensi akibat pergerakan harga yang tidak wajar. Keempat saham tersebut dinilai mengalami peningkatan harga kumulatif yang signifikan. Langkah penghentian sementara diambil sebagai bentuk perlindungan bagi investor.
Saham MGLV tercatat telah menjalani masa suspensi lebih lama. Saham ini digembok bursa sejak 19 Desember 2025. Sementara itu, saham JMAS, AHAP, dan PADI baru saja mengalami cooling down pada perdagangan kemarin, Rabu (7/1/2026).
Kini, bursa menilai suspensi tersebut sudah dapat dicabut berdasarkan penilaian terbaru. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono menyampaikan hal tersebut dalam keterbukaan informasi.
“Maka dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan saham di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai sesi I tanggal 8 Januari 2026,” ujar Yulianto Aji Sadono dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis (8/1/2026)..
Otoritas bursa berharap investor telah memiliki waktu yang cukup untuk mempertimbangkan keputusan investasinya secara matang. Pihak yang berkepentingan diimbau untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh masing-masing Perseroan.
Harga Saham
Harga saham MGLV ditutup menguat pada perdagangan 18 Desember 2025. Saham ini berakhir di level Rp2.200 per saham. Posisi tersebut naik Rp200 atau 10,00% dibandingkan penutupan 17 Desember 2025 di Rp2.000.
Pada awal perdagangan, saham MGLV langsung dibuka di Rp2.200. Harga tertinggi tercatat di Rp2.200 dan terendah di Rp2.100. Volume transaksi mencapai 1.053.900 saham. Sepanjang tahun berjalan, harga tertinggi MGLV berada di Rp2.200 pada 18 Desember 2025. Harga terendah tercatat di Rp76 pada 17 Januari 2025. Dalam periode 52 minggu, saham ini bergerak di kisaran Rp71 hingga Rp2.200. Kapitalisasi pasar MGLV tercatat sebesar Rp4.190.743.504.200.
Penguatan juga terjadi pada saham JMAS pada perdagangan Selasa, 6 Januari 2026. Harga saham JMAS naik 15,94% atau bertambah Rp44 ke level Rp320 dari penutupan sebelumnya di Rp276. Saham ini dibuka di Rp290. Harga tertinggi menyentuh Rp344 dan terendah Rp282.
Volume perdagangan saham JMAS tercatat sebanyak 29.380.600 saham. Sepanjang tahun berjalan, harga tertinggi berada di Rp320 dan terendah di Rp222. Dalam rentang 52 minggu, saham JMAS bergerak di kisaran Rp113 hingga Rp344 dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp320.000.000.000.
Saham AHAP turut mencatat penguatan pada perdagangan hari ini. Harga saham naik 10,84% atau bertambah Rp18 ke posisi Rp184 dari penutupan sebelumnya di Rp166. Saham AHAP dibuka di Rp180. Harga tertinggi sempat mencapai Rp214 dan terendah berada di Rp166.
Volume transaksi saham AHAP mencapai 657.805.200 saham. Sepanjang tahun berjalan, harga saham ini bergerak di rentang Rp123 hingga Rp184. Dalam periode 52 minggu, harga terendah berada di Rp53 dan tertinggi Rp214. Kapitalisasi pasar AHAP tercatat sekitar Rp901.600.000.000.
Lonjakan terbesar terjadi pada saham PADI. Harga saham PADI melesat 25,33% atau naik Rp38 ke level Rp188 dari penutupan sebelumnya di Rp150. Saham ini dibuka di Rp155. Harga tertinggi menyentuh Rp193 dan terendah berada di Rp151.
Volume perdagangan saham PADI mencapai 2.214.221.000 saham. Sepanjang tahun berjalan, harga saham PADI bergerak di kisaran Rp136 hingga Rp188. Dalam periode 52 minggu, saham ini sempat berada di level terendah Rp9 dan tertinggi Rp193. Kapitalisasi pasar PADI tercatat sekitar Rp2.125.762.346.512.
