STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas ditutup melemah pada perdagangan Kamis (9/4/2026). Investor bersikap waspada setelah Ketua Parlemen Iran menuduh Amerika Serikat (AS) melanggar ketentuan kesepakatan gencatan senjata dua minggu.
Mengutip CNBC International, pasar merespons negatif pernyataan Ketua Parlemen Iran, Mohammed Bagher Ghalibaf. Ia menyebut AS telah mencederai poin-poin kesepakatan yang baru saja diumumkan. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan keberlanjutan perdamaian di Timur Tengah.
Indeks Nikkei 225 Jepang merosot 0,73% dan berakhir di posisi 55.895,32. Indeks Topix yang lebih luas juga turun 0,90% menjadi 3.741,47. Pelemahan ini terjadi seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.
Bursa Korea Selatan turut mengalami tekanan cukup dalam. Indeks Kospi ditutup anjlok 1,61% ke level 5.778,01. Sementara itu, indeks Kosdaq yang mencakup saham berkapitalisasi kecil turun 1,27% ke posisi 1.076.
Di China daratan, indeks CSI 300 jatuh 0,64% ke level 4.566,22. Indeks Hang Seng di Hong Kong juga terpantau turun 0,71% pada jam terakhir perdagangan. Investor di wilayah ini cenderung mengambil langkah aman di tengah memanasnya situasi diplomatik.
Bursa India tidak ketinggalan merasakan dampak negatif. Indeks Nifty 50 terkoreksi 0,89% dan BSE Sensex turun 0,96%. Sebelumnya, bank sentral India memperingatkan perang Iran meningkatkan kekhawatiran inflasi serta risiko terhadap pertumbuhan ekonomi.
Berbeda dari tren kawasan, bursa Australia justru berhasil menguat tipis. Indeks S&P/ASX 200 ditutup naik 0,24% ke posisi 8.973,20. Kenaikan ini didorong oleh sektor-sektor tertentu yang mampu bertahan di tengah aksi jual global.
Ketegangan muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan penghentian serangan pada Rabu lalu. Gencatan senjata ini dimaksudkan untuk mengakhiri konflik lima minggu yang sempat menutup jalur perdagangan energi global.
Trump membagikan rincian kesepakatan tersebut melalui akun media sosial miliknya. Ia menyatakan kesediaan untuk memulai proses negosiasi lebih lanjut.
“Saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran untuk jangka waktu dua minggu,” kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social. “Kami menerima proposal 10 poin dari Iran, dan percaya itu adalah dasar yang bisa dikerjakan untuk bernegosiasi.”
Namun, Mohammed Bagher Ghalibaf menyoroti beberapa poin pelanggaran oleh pihak AS dan sekutunya. Ia menyebut adanya serangan berkelanjutan Israel ke Lebanon dan masuknya drone ke wilayah udara Iran. Pihaknya juga mempersoalkan hak pengayaan uranium yang tidak diakui.
