Wall Street Cetak Rekor Baru, S&P 500 Tembus 6.500 Berkat Laporan Nvidia

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street kompak ditutup menguat pada akhir perdagangan hari Kamis (28/8/2025) waktu setempat atau Jumat pagi (29/8/2025) WIB). Indeks S&P 500 berhasil menembus level 6.500 untuk pertama kalinya, didorong laporan keuangan Nvidia yang mempertegas tren booming kecerdasan buatan (AI).

Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York) naik 71,67 poin atau 0,16% ke level 45.636,9. Kenaikan DJIA ini mencatat rekor baru. Indeks S&P 500 (SPX) bertambah 20,46 poin atau 0,32% ke posisi 6.501,86 setelah sempat menyentuh rekor intraday di atas 6.500. Indeks ini juga mencetak rekor penutupan tertinggi baru. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi memimpin kenaikan dengan lonjakan 115,019 poin atau 0,53% menjadi 21.705,158.

Pendorong utama reli ini adalah kinerja Nvidia. Perusahaan chip terbesar di pasar itu melaporkan pendapatan kuartal II melonjak 56% dan melampaui perkiraan analis. Nvidia kini menyumbang sekitar 8% bobot S&P 500.

Namun saham Nvidia justru berakhir turun 0,8%. Pasar sempat menyoroti pendapatan dari bisnis pusat data yang sedikit di bawah estimasi, serta proyeksi kuartal III senilai US$54 miliar yang hanya sedikit di atas ekspektasi konsensus US$53,1 miliar.

Ben Reitzes, Head of Technology Research Melius, menilai panduan Nvidia masih konservatif. “Mereka tidak memasukkan penjualan ke China dalam panduan, dan beberapa orang berharap ada penjualan ke China di situ,” ujarnya di CNBC. “Pertumbuhan inti di luar China sangat bagus. Seharusnya ada pertumbuhan lebih besar di kuartal IV, jadi saya pikir semua masih on track.”

Meski saham Nvidia melemah, analis semikonduktor justru semakin optimistis. JPMorgan, Citi, dan Bernstein serempak menaikkan target harga Nvidia. Saham chip lain ikut terkerek. Broadcom melonjak 2,8% dan Micron Technology naik 3,6%. Investor menilai hasil Nvidia tetap memberi sinyal positif untuk perdagangan saham bertema AI.

Selain itu, saham Snowflake ikut mencuri perhatian. Perusahaan penyimpanan data berbasis cloud ini melaporkan kinerja kuartal II di atas ekspektasi. Harga sahamnya langsung melesat 20% dalam sehari.

Dari sisi makroekonomi, sentimen positif datang dari data produk domestik bruto (PDB) AS. Departemen Perdagangan melaporkan PDB tumbuh 3,3% secara tahunan pada kuartal II. Angka ini lebih tinggi dibanding estimasi awal 3% dan proyeksi Dow Jones sebesar 3,1%.

Meski Wall Street mencetak rekor, investor masih menunggu data inflasi yang akan dirilis Jumat (29/8). Ekonom memperkirakan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) Juli naik 0,2% secara bulanan dan 2,6% secara tahunan. Data ini akan menjadi acuan penting bagi arah kebijakan bank sentral AS.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Era Baru Apple: John Ternus Resmi Jadi CEO Gantikan Tim Cook

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Raksasa teknologi Apple mengumumkan suksesi...

Tensi Geopolitik Memanas, Futures S&P 500 dan Nasdaq 100 Kompak Naik Tipis

STOCKWATCH.ID (NEWS YORK) – Bursa saham Amerika Serikat (AS)...

Tensi AS-Iran Memanas, Wall Street Terkoreksi dan Rekor Nasdaq Terhenti

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru