Go Internasional, WIKA Beton Masuk Proyek Metro Manila Subway di Filipina
STOCKWATCH.ID (FILIPINA) โ Manajemen PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) atau disebut WIKA Beton menyampaikan bahwa Perseroan telah resmi masuk ke Proyek Metro Manila Subway di Filipina. Hal itu dikemuka...
Beton. Sinergi tersebut menghasilkan inovasi proses produksi di lokasi proyek, pengadopsian teknologi mutakhir, serta peningkatan kapabilitas SDM lokal, sehingga memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan, baik di Indonesia maupun Filipina.
Capaian WIKA Beton ini sejalan dengan upaya bisnis induk perusahaannya, yakni PT Wijaya Karya (Persero) Tbk yang telah lebih dahulu memasuki pasar internasional. Metro Manila Subway sendiri merupakan proyek strategis nasional Pemerintah Filipina yang akan mengubah wajah transportasi massal di kawasan ibu kota dengan total panjang lintasan mencapai 33km dan didukung oleh 17 stasiun yang akan menghubungkan Valenzuela City hingga Ninoy Aquino International Airport (NAIA).
Proyek senilaiย PHP488,5 miliar ini diproyeksikan dapat menjadi tulang punggung solusi transportasi massal di wilayah metropolitan Manila. Kehadiran subway pertama di Filipina ini direncanakan memangkas waktu tempuh perjalanan dari Quezon City ke NAIA dari 70 menit menjadi hanya 35 menit, dengan kapasitas lebih dari 519.000 penumpang per hari setelah beroperasi penuh pada tahun 2028.
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- MK Kabulkan Uji Materi UU APBN, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Dana Pendidik...
- MK Sidangkan Gugatan Patriot Bond, Investor Kebal Pidana Dipersoalkan
- TransNusa Buka Rute Baru Lampung ke Kuala Lumpur dan Jakarta Mulai Agustus 2026
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem