STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$4,06 juta (US$0,0012 per saham) pada 2025, melonjak 90,15% jika dibandingkan US$2,13 juta (US$0,0007 per saham) pada tahun 2024.
Lonjakan laba SMMT, menurut laporan keuangan Desember 2025 yang diumumkan , Jumat 13 Maret 2026, ditunjang oleh penjualan bersih yang melambung 102% jadi US$103,61 juta pada 2025, dari US$51,36 juta pada 2024.
Penyumbang terbesar penjualan SMMT tahun 2025 dari ekspor ke pihak berelasi yakni sebesar US$77,39 juta atau sekitar 74,69% dari total penjualan Perseroan. Sedangkan penjualan ke pihak ketiga lokal mengkontribusi sebesar US$26,22 juta.
Kenaikan penjualan disertai peningkatan beban pokok penjualan sebesar 90,02% menjadi US$95,23 juta pada 2025, dari US$48,58 juta pada tahun 2024. Namun, laba kotor emiten pertambangan dan perdagangan batubara itu melesat 201,64% menjadi US$8,38 juta pada 2025 dibanding US$2,78 juta pada 2024.
Setelah dikurangi beban usaha dan beban lain-lain, emiten pertambangan dan perdagangan batubara ini mencatat laba sebelum pajak sebesar US$6,17 juta pada 2025. Jumlah ini meroket 151,75% dibanding US$2,45 juta pada tahun 2024.
Total aset SMMT per Desember 2025 sebesar US$96,05 juta, meningkat 14,14% dari US$84,10 juta per Desember 2024. Adapun Jumlah ekuitas Perseroan per Desember 2025, masing-masing US$63,47 juta dan US$32,52 juta. (konrad)
