STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) merilis laporan bulanan aktivitas eksplorasi untuk periode Januari 2026. Perusahaan tambang ini tercatat menggelontorkan dana lebih dari Rp31,4 miliar melalui anak-anak usahanya. Fokus utama kegiatan eksplorasi ini berada di wilayah Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan.
Anak perusahaan GEMS, PT Borneo Indobara (BIB), menjadi kontributor aktivitas terbesar. Perusahaan ini melakukan pengeboran di area Girimulya Utara. Total biaya yang dikeluarkan mencapai Rp30,3 miliar. Kegiatan tersebut dikerjakan langsung oleh Departemen Survey, Geotech & Exploration (SGE) BIB.
BIB menggunakan metode pengujian preproduksi dengan teknik open hole dan part coring. Hingga akhir periode pelaporan, sebanyak 37 lubang bor berhasil diselesaikan. Manajemen berencana melanjutkan pengeboran eksplorasi preproduksi di area Girimulya Utara serta Kusan Bawah.
Secara akumulatif pada kuartal IV 2025, BIB mencatatkan total kedalaman pengeboran mencapai 5.578,25 meter. Realisasi biaya pengeboran BIB terpantau lebih efisien dari anggaran awal. Perusahaan mulanya memproyeksikan dana sebesar Rp43,021 miliar untuk proyek tersebut.
Selain BIB, PT Barasentosa Lestari (BSL) turut melaporkan aktivitas eksplorasi aktif. Kegiatan berpusat di Blok Muara Lakitan dengan melibatkan Tim Eksplorasi BSL dan PT ICE. Proyek ini menelan biaya total sebesar Rp1,2 miliar.
BSL menerapkan metode pengeboran open hole, part coring, hingga full coring. Hasilnya, tim di lapangan menyelesaikan sebanyak 15 lubang bor dengan total kedalaman 1.542,50 meter. Rencana tindak lanjut perusahaan mencakup kelanjutan pengeboran di wilayah Blok Muara Lakitan.
Di sisi lain, beberapa anak perusahaan GEMS melaporkan nihil aktivitas eksplorasi. PT Kuansing Inti Makmur (KIM) beserta anak perusahaannya terpantau tidak memiliki agenda kegiatan di KIM Blok. Kondisi serupa juga terjadi pada PT Trisula Kencana Sakti (TKS).
Dua entitas lainnya, PT Berkat Satria Abadi (BSA) dan PT Wahana Rimba Lestari (WRL), juga tidak melaksanakan kegiatan eksplorasi selama periode ini. Seluruh laporan ini telah disampaikan kepada jajaran Direksi PT Bursa Efek Indonesia sebagai bentuk kepatuhan keterbukaan informasi.
Corporate Secretary GEMS Sudin SH menandatangani laporan ini secara elektronik pada Senin (12/1/2026). Sudin SH menyatakan laporan ini disusun berdasarkan data operasional yang akurat di lingkungan perusahaan. Seluruh dokumen telah melewati proses verifikasi internal.
“Dokumen ini merupakan dokumen resmi Golden Energy Mines Tbk yang tidak memerlukan tanda tangan karena dihasilkan secara elektronik oleh sistem pelaporan elektronik,” ujar Sudin SH.
Pihak manajemen menjamin kebenaran seluruh materi yang dipublikasikan kepada para pemegang saham. Perusahaan terus berkomitmen memberikan transparansi terhadap kinerja eksplorasi tambang. “Golden Energy Mines Tbk bertanggung jawab penuh atas informasi yang tertera didalam dokumen ini,” pungkasnya.
