back to top

Harga Emas Dunia Merosot dari Level Puncak, Ternyata Ini Pemicunya!

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia tergelincir dari level tertingginya pada perdagangan Selasa (24/2/2026) waktu setempat atau Rabu pagi (25/2/2026) WIB.

Mengutip CNBC International, harga emas spot turun 1,4% menjadi USD 5.158,24 per ons troi.

Di pasar berjangka AS, kontrak emas untuk pengiriman April juga ditutup melemah. Harganya menyusut 0,9% menjadi USD 5.176,30. Penurunan ini terjadi setelah emas sempat menyentuh level tertinggi dalam tiga pekan.

Aksi ambil untung oleh investor menekan pergerakan logam mulia ini. Penguatan nilai tukar dolar AS ikut memperberat laju emas. Indeks dolar AS tercatat naik 0,1% pada sesi tersebut.

Kondisi ini membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang asing. Pelaku pasar juga masih bersikap menanti. Mereka menunggu kejelasan rencana tarif AS dan hasil dialog Washington dengan Teheran.

Jim Wyckoff, Analis Senior di Kitco Metals, membagikan pandangannya. Ia menilai penurunan harga ini sebagai siklus wajar. Penguatan dolar dinilai memberi pengaruh negatif pada harga di pasar.

“Harga emas sempat trennya naik lagi jadi saya menduga ini hanya penarikan korektif,” ujar Jim Wyckoff.

Sebelumnya harga emas sempat meroket pada awal sesi. Pemicunya yakni ancaman Presiden AS Donald Trump. Ia bersumpah menaikkan bea masuk menjadi 15%.

Rencana ini muncul usai putusan Mahkamah Agung AS. Penggunaan undang-undang darurat oleh Trump dinilai melampaui kewenangannya. Namun, AS pada hari Selasa hanya memberlakukan tarif 10% untuk semua barang non-pengecualian.

Sementara itu, ketegangan Timur Tengah masih membayangi. Iran dan AS akan menggelar putaran ketiga perundingan nuklir. Pertemuan ini dijadwalkan berlangsung pada hari Kamis di Jenewa.

Risiko konflik militer antara kedua negara ini terus meningkat. Hal ini bisa menjadi katalis tersendiri bagi pergerakan pasar. Emas merupakan aset lindung nilai tradisional di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi.

“Anda masih memiliki permintaan safe haven yang kuat, dengan ketegangan Iran-AS dan ketidakpastian tarif membatasi aksi jual pada emas, menjaga fundamental tetap mendukung. Namun saat harga mendekati rekor tertinggi, mereka akan menghadapi resistensi yang kuat, dan mendorong ke level tertinggi baru kemungkinan akan membutuhkan katalis geopolitik baru,” urai Wyckoff.

Dari sisi ekonomi AS, Raphael Bostic ikut memberikan peringatan. Presiden Federal Reserve Atlanta ini berbicara kepada Reuters. Ia menyebut AS mungkin memasuki fase pengangguran tinggi secara struktural.

Banyak perusahaan kini mengadopsi kecerdasan buatan (AI) untuk memangkas tenaga kerja. Pergeseran ini mungkin sulit diatasi oleh The Fed. Penurunan suku bunga belum tentu bisa meredam dampaknya.

Pergerakan harga logam mulia lainnya tampak bervariasi. Harga perak spot merosot 1,2% menjadi USD 87,21 per ons troi. Logam ini sempat menyentuh level tertinggi lebih dari dua minggu pada hari Senin.

Sebaliknya, harga platinum spot justru menguat. Harganya naik 1% ke posisi USD 2.175,95 per ons troi. Harga paladium juga melonjak 2,3% menuju level USD 1.785,35.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Iran Beri Sinyal Sepakat dengan AS, Harga Minyak Dunia Susut 1%

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga minyak dunia merosot sekitar...

Harga Emas Terbang Tinggi Usai Ekonomi AS Melemah dan Trump Umumkan Tarif Baru

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali mencetak sejarah...

Trump Timbang Serangan ke Iran, Harga Minyak Dunia Tertahan Stabil

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga minyak dunia bergerak stabil...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru