Stockwatch.id Versi penuh
Commodity

Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak Februari

Oleh Daiz La Ode 02 Aug 2026 12:47 3 menit baca

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga emas dunia tergelincir sekitar 2% pada akhir perdagangan Jumat (31/7/2026) waktu setempat atau Sabtu pagi (1/8/2026) WIB. Meski melemah, logam mulia ini tetap berada dalam jalur kenaikan bulanan pertamanya dalam lima bulan terakhir. Penguatan ini didorong aksi beli saat harga menyentuh level USD 4.000.

Mengutip CNBC, harga emas spot turun 1,8% menjadi USD 4.027,75 per ons. Sebelumnya, harga sempat anjlok hingga 2% dalam sesi tersebut. Di pasar berjangka AS, kontrak emas untuk pengiriman Agustus merosot 1,9% ke posisi USD 4.025,10 per ons.

Sepanjang bulan ini, harga emas naik 0,5%. Kenaikan ini merupakan yang terbesar sejak Februari. Momen ini terjadi bertepatan dengan dimulainya perang dengan Iran.

Data inflasi yang melandai menjadi motor utama kenaikan belakangan ini. Hal tersebut membuat pelaku pasar menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed). Selain itu, harga minyak sempat turun kembali ke level sebelum perang awal bulan ini.

Han Tan, Chief Market Analyst di Bybit, memberikan pandangannya. Ia melihat emas sedang berjuang menembus level psikologis tertentu.

"Meskipun emas berada di ambang mengakhiri tren penurunan 4 bulan, logam mulia ini kesulitan untuk membuat celah yang lebih besar di atas level psikologis USD 4.000," ujar Tan.

Menurut Tan, emas tetap mendapat dukungan di atas level USD 4.000. Investor berharap Ketua Fed Kevin Warsh memperluas fokus bank sentral di luar ukuran inflasi dan kenaikan suku bunga.

Laporan pada Kamis menunjukkan inflasi AS melambat pada Juni. Namun, penurunan ini kemungkinan hanya sementara. Pecahnya pertempuran di Timur Tengah kembali mengerek harga minyak.

Warsh pekan ini menegaskan komitmen kuat untuk menurunkan inflasi. Meski begitu, ia tidak memberikan sinyal akan segera menaikkan suku bunga.

Indeks dolar AS menguat 0,5% setelah sempat jatuh 2,4% pada Kamis. Penurunan Kamis merupakan yang terdalam sejak Januari 2023. Penguatan dolar membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Pelaku pasar kini melihat peluang 65% kenaikan suku bunga AS pada September. Angka ini turun drastis dari pekan sebelumnya yang mencapai lebih dari 80%. Hal ini merujuk pada data CME FedWatch tool.

Di sisi lain, regulator pasar Tiongkok meminta perusahaan tenaga surya menghindari persaingan harga yang tidak sehat. Kabar ini memengaruhi perak sebagai bahan utama panel surya.

Harga perak spot turun 2,9% menjadi USD 57,29 per ons. Platinum merosot 2,5% ke level USD 1.618,97 per ons. Sementara itu, paladium jatuh 3,4% ke posisi USD 1.260 per ons. Meski merosot di akhir pekan, kedua logam ini tetap mencatatkan kenaikan secara bulanan


Topik terkait
harga emas dunia pergerakan harga emas nilai tukar Dolar AS suku bunga The Fed investasi emas