Harga Emas Dunia Turun Setelah Sentuh Rekor Tertinggi, Investor Ambil Untung!
STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia mengalami penurunan tipis setelah mencapai rekor tertinggi pada perdagangan Rabu (25/9/2024) waktu Chicago atau Kamis pagi (26/9/2024) WIB. Para investor mul...
STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia mengalami penurunan tipis setelah mencapai rekor tertinggi pada perdagangan Rabu (25/9/2024) waktu Chicago atau Kamis pagi (26/9/2024) WIB. Para investor mulai melakukan aksi ambil untung usai lonjakan harga emas yang didorong ekspektasi pemotongan suku bunga besar oleh Federal Reserve Amerika Serikat.
Mengutip CNBC International, pada pukul 16:57 GMT, harga emas spot tercatat turun 0,2% menjadi US$2.652,99 per ons. Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh level tertinggi baru di US$2.670,43. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS masih bertahan stabil di US$2.677,30 per ons.
Menurut Daniel Pavilonis, analis senior di RJO Futures, saat ini harga emas berada pada zona yang membuat para investor lebih berhati-hati. "Mereka mungkin memilih untuk mengamankan keuntungan setelah kenaikan yang cukup besar ini," ujarnya.
Kenaikan harga emas yang signifikan dipicu oleh pemotongan suku bunga sebesar 50 basis poin oleh The Fed pekan lalu. Saat ini, pasar memperkirakan peluang sebesar 59% untuk pemotongan serupa pada bulan November mendatang. Suku bunga yang lebih rendah ini meningkatkan daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Pelaku pasar kini tengah menantikan pernyataan dari Ketua The Fed, Jerome Powell, serta data inflasi AS yang akan dirilis akhir pekan ini. Ini semua dilakukan untuk mencari petunjuk mengenai kebijakan moneter selanjutnya. Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures, menyatakan, "Jika data tenaga kerja AS melemah dan para pejabat The Fed mendukung pemotongan suku bunga lebih lanjut, harga emas bisa tembus US$2.700 per ons dalam beberapa hari ke depan."
- Direktur CASH Mundur, Willy Chandry Ambil Alih Tugas Sementara
- Pos Indonesia dan Rumah Tani Nusantara Luncurkan AgriPost, Bidik 20 Outlet dan 5...
- Suspensi Dicabut, Saham ASMI Kembali Diperdagangkan di BEI
- Kinerja KPIG Semester I 2026 Melesat, Pendapatan Naik 15,5% Ditopang Bisnis Hosp...
- Pendapatan dan Laba BHIT Kompak Turun di Semester I 2026, Ini Penyebabnya
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Direktur CASH Mundur, Willy Chandry Ambil Alih Tugas Sementara
- Pos Indonesia dan Rumah Tani Nusantara Luncurkan AgriPost, Bidik 20 Outlet dan 5...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Penjualan Naik Signifikan, Laba Bersih Delta Giri Wacana (DGWG) Melesat 93% di S...
- Laba Bersih SMBC Indonesia (BTPN) Melesat 41,7% ke Rp1,75 Triliun di Semester I-...