Harga Emas Meroket Jelang Pidato Bos The Fed, Ternyata Ini Penyebabnya!
STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia mengalami lonjakan signifikan pada penutupan perdagangan Rabu (4/12/2024) waktu setempat atau Kamis pagi (5/12/2024) WIB. Kenaikan ini dipicu oleh data yang...
STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia mengalami lonjakan signifikan pada penutupan perdagangan Rabu (4/12/2024) waktu setempat atau Kamis pagi (5/12/2024) WIB. Kenaikan ini dipicu oleh data yang menunjukkan adanya kenaikan moderat di sektor pekerjaan swasta AS bulan lalu. Selain itu, ekspektasi pasar menjelang pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell dan laporan data non-pertanian yang akan dirilis Jumat mendatang turut mendorong harga emas naik.
Mengutip CNBC International, emas spot tercatat naik 0,3% menjadi US$2.652,14 per ons. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS juga meningkat 0,3% ke level US$2.676,40.
Tai Wong, trader logam independen, mengatakan lonjakan harga emas terjadi setelah laporan ADP yang menunjukkan data pekerjaan swasta tidak memenuhi ekspektasi. Ekonom yang disurvei Reuters sebelumnya memperkirakan penambahan pekerjaan swasta sebanyak 150.000, namun data yang dirilis hanya mencatatkan 146.000. "Data ini memicu pergerakan pasar yang kurang menggembirakan," kata Wong.
Meski demikian, reaksi pasar terhadap data pekerjaan swasta ini terbilang terbatas. Analis pasar dari Gainesville Coins, Everett Millman, menyatakan bahwa dampak yang lebih besar kemungkinan akan datang dari laporan non-pertanian AS. Jika data tersebut menunjukkan penurunan lapangan pekerjaan, harga emas bisa semakin terdukung.
Saat ini, fokus pasar tertuju pada pidato Powell yang akan berlangsung sore ini, laporan data penggajian pada Jumat, serta data inflasi yang akan dirilis pekan depan. Pasar memprediksi kebijakan suku bunga The Fed bisa menjadi lebih dovish. Ini seiring dengan pernyataan pejabat Federal Reserve yang menyebutkan inflasi mulai bergerak menuju target 2%.
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Sesi I Melemah 0,03% ke 6.234,293, AMMN Menguat, BBCA dan BMRI Tertekan
- BEI Soroti Volatilitas Saham NICK, Manajemen Beri Klarifikasi
- Nasabah Mandiri Sekuritas Tembus 1,48 Juta, Growin’ di Livin’ Jadi Motor Pertumb...
- Tower Bersama (TBIG) Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp1,25 Triliun, Kupon Tertingg...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Sesi I Melemah 0,03% ke 6.234,293, AMMN Menguat, BBCA dan BMRI Tertekan
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- Penjualan Naik Signifikan, Laba Bersih Delta Giri Wacana (DGWG) Melesat 93% di S...