Harga Emas Tembus Rekor Baru, Hampir Sentuh US$4.000 di Tengah Shutdown Pemerintah AS
STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali melejit dan mencatatkan rekor tertinggi baru pada perdagangan Rabu (1/10/2025) waktu setempat atau Kamis pagi (2/10/2025) WIB. Harga logam mulia ini...
STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali melejit dan mencatatkan rekor tertinggi baru pada perdagangan Rabu (1/10/2025) waktu setempat atau Kamis pagi (2/10/2025) WIB. Harga logam mulia ini mendekati level US$4.000 per ounce. Lonjakan ini terjadi bersamaan dengan dimulainya shutdown pemerintahan Amerika Serikat, yang menambah ketidakpastian pasar global.
Mengutip CNBC International, kontrak emas berjangka ditutup di level US$3.897,50 per ounce, sementara harga emas spot terakhir diperdagangkan di US$3.866,66. Sejak awal tahun, harga emas sudah melonjak hampir 50%.
Shutdown kali ini dianggap berbeda dari biasanya. Data ketenagakerjaan penting AS yang seharusnya dirilis Jumat terpaksa ditunda. Situasi ini membuat prospek kebijakan Federal Reserve semakin buram, apalagi rapat suku bunga berikutnya tinggal beberapa minggu lagi.
Michael Field, Chief Equity Strategist Morningstar, menyebut lonjakan emas kali ini dipicu shutdown AS. “Shutdown pemerintahan AS hanyalah pemicu terakhir,” ujarnya.
Ia menambahkan ada banyak faktor lain yang membebani pasar. “Dua konflik besar yang sedang berlangsung, instabilitas politik di Prancis, tarif baru yang diumumkan, semuanya menciptakan ketidakpastian besar bagi investor. Dan ketika situasi makin sulit, emas selalu mendapat dorongan,” kata Field.
- Laba Bersih AVIA Tembus Rp938 Miliar, Naik 20,7% pada Semester I 2026
- Tunggal Jaya Investama Borong 1,6 Juta Saham IMPC di Atas Harga Pasar
- Mayoritas Bursa Saham Asia Parkir di Zona Merah, Nikkei Anjlok 2,5%
- IHSG Ditutup Naik 0,75% ke Level 6.449,830, Saham BYAN Melejit 19,97%
- Suspensi Dibuka, Saham BAJA Kembali Diperdagangkan 19 Agustus 2026
- Stock Futures Wall Street Flat, Harga Minyak dan Yield Treasury Bayangi Pasar
- Harga Emas Dunia Kembali Melambung, Ini Faktor Makro Pemicunya
- Perjanjian Damai AS-Iran Berakhir, Harga Minyak Dunia Melonjak
- Laba Bersih AVIA Tembus Rp938 Miliar, Naik 20,7% pada Semester I 2026
- Tunggal Jaya Investama Borong 1,6 Juta Saham IMPC di Atas Harga Pasar
- Harga Emas Dunia Kembali Melambung, Ini Faktor Makro Pemicunya
- Trump Ancam Bom Oman dan Selat Hormuz Lumpuh, Bursa Saham Eropa Kompak Memerah
- Laba Bersih Emiten Migas Grup Bakrie (ENRG) Melesat 27% Jadi USD45,23 Juta di Se...
- Perjanjian Damai AS-Iran Berakhir, Harga Minyak Dunia Melonjak
- Utang Luar Negeri Indonesia Tumbuh 4,4% Jadi USD453,4 Miliar pada Triwulan II 20...