back to top

Harga Logam Mulia Bangkit, Saham Tambang Topang Bursa Eropa Berakhir Flat

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup mendatar pada akhir perdagangan Selasa (3/2/2026) waktu setempat. Pasar global mulai stabil setelah aksi jual singkat pada mata uang kripto dan logam mulia. Sentimen positif muncul usai harga komoditas tambang kembali bergairah.

Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir naik tipis 0,10% ke posisi 617,93. Sebagian besar sektor dan bursa regional utama berada di wilayah positif. Indeks FTSE MIB Italia melonjak 0,90% ke posisi 46.420,52.

Sementara itu, indeks IBEX 35 Spanyol menguat 0,02% ke level 18.119,20. Indeks CAC 40 Perancis justru terkoreksi tipis 0,02% ke posisi 8.179,50. Indeks DAX Jerman melemah 0,07% ke level 24.780,79 dan FTSE 100 Inggris turun 0,26% ke posisi 10.314,59.

Sektor pertambangan memimpin penguatan pada perdagangan hari ini. Indeks Stoxx Basic Resources ditutup melonjak hampir 4%. Hal ini terjadi seiring pulihnya harga logam mulia dari aksi jual besar-besaran yang sempat terjadi sebelumnya.

Kondisi pasar global terpantau lebih tenang setelah volatilitas beberapa hari terakhir. Harga emas, perak, dan Bitcoin sempat anjlok pada Jumat lalu hingga akhir pekan. Namun, harga logam mulia mulai bangkit sejak Senin.

Raksasa pertambangan yang melantai di bursa London mencatatkan kenaikan signifikan. Saham Anglo American memimpin di indeks FTSE 100 dengan kenaikan sekitar 7,3%. Rio Tinto menyusul dengan penguatan 3,5% dan Antofagasta ditutup naik 6,3%.

Saham Fresnillo juga menunjukkan performa gemilang. Produsen perak terkemuka dunia ini mengakhiri sesi dengan kenaikan 6,4%. Fresnillo tercatat sebagai saham dengan kinerja terbaik di FTSE 100 London sepanjang 2025.

Selain sektor tambang, pelaku pasar memantau perkembangan hubungan dagang Amerika Serikat (AS) dan India. Presiden Donald Trump menyatakan Washington dan India telah mencapai kesepakatan dagang. Perdana Menteri India Narendra Modi setuju meningkatkan pembelian produk-produk AS.

Melalui unggahan di media sosial Truth Social, Trump memberikan komentarnya mengenai poin kesepakatan tersebut. Ia menyebut India akan mengalihkan sumber pembelian energinya.

“Berdasarkan kesepakatan tersebut, India juga akan menghentikan pembelian minyak mentah Rusia dan sebaliknya membeli lebih banyak dari AS, dan berpotensi dari Venezuela,” ujar Trump.

Kabar ini langsung memicu penguatan pasar di Asia-Pasifik. Indeks acuan India, Nifty 50, melonjak 5% saat pembukaan perdagangan Selasa. Investor merespons positif kepastian kerja sama ekonomi kedua negara tersebut.

Dari sisi korporasi Eropa, perusahaan energi angin lepas pantai Denmark, Orsted, mendapat angin segar. Seorang hakim AS memutuskan Orsted bisa melanjutkan proyek Sunrise Wind di lepas pantai New York. Proyek ini sebelumnya sempat dihentikan oleh pemerintahan Trump.

Keputusan pengadilan ini memungkinkan lima proyek angin lepas pantai yang ditangguhkan Gedung Putih untuk tetap berjalan. Meski mendapat kabar positif, saham Orsted berakhir melemah 0,6%.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Sektor Teknologi Jeblok, Indeks S&P 500 dan Nasdaq Parkir di Zona Merah

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Nikkei Cetak All Time High, Sentimen Dagang AS–India Bikin Bursa Asia Bergairah

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak...

Wall Street Melaju Kencang, Indeks Dow Jones Melonjak Lebih dari 500 Poin

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru