STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) dan Waran Seri I INET-W mulai Selasa, 25 November 2025. Suspensi dilakukan setelah harga saham INET melonjak signifikan dalam satu hari perdagangan.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menjelaskan alasan penghentian tersebut dalam keterbukaan informasi. Ia menegaskan langkah cooling down diambil untuk melindungi investor dari potensi risiko akibat lonjakan harga yang terlalu cepat.
“Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) dan Waran Seri I PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET-W) pada tanggal 25 November 2025.” Ujar Yulianto, dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa (25/11/2025).
Suspensi saham INET diberlakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai. Sementara itu, perdagangan INET-W dihentikan di seluruh pasar. BEI menilai penghentian sementara memberi ruang bagi pelaku pasar untuk menilai ulang keputusan investasinya.
Yulianto menambahkan dalam pernyataan yang sama, “dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) dan Waran Seri I PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET-W).”
BEI juga mengimbau seluruh pihak untuk memperhatikan keterbukaan informasi dari perseroan agar keputusan investasi dilakukan secara objektif.
Lonjakan harga INET menjadi pemicu utama suspensi. Pada perdagangan Senin, 24 November 2025, saham INET ditutup di level Rp675. Harga itu naik Rp135 atau 25% dari penutupan sebelumnya di Rp540. Angka tersebut sekaligus menjadi harga tertinggi tahun berjalan.
Saham INET diperdagangkan dengan volume besar yang mencapai 1.310.078.900 saham. Harga tertinggi harian berada di Rp675 dan terendah di Rp540. INET juga mencatat kapitalisasi pasar sebesar Rp6.408.014.774.175.
Sebagai catatan, harga terendah INET sepanjang 2025 berada di Rp62 pada 3 Januari 2025. Rentang 52 minggu saham ini berada di posisi Rp54 hingga Rp675.
