Stockwatch.id Versi penuh
Commodity

Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran

Oleh Daiz La Ode 03 Aug 2026 07:59 2 menit baca

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Harga minyak dunia merosot pada perdagangan di Asia hari Senin (3/8/2026).  Penurunan tajam ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan rencana serangan militer ke Iran.  Investor kini mulai mengurangi premi risiko geopolitik di pasar global.

Mengutip CNBC, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September anjlok 4,5% ke level USD 80,89 per barel. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober juga turun 4,4% dan berakhir di posisi USD 84,10 per barel.

Keputusan pembatalan serangan ini disampaikan Trump pada Minggu pagi waktu setempat.  Ia mengaku menerima permintaan dari pihak Teheran dan beberapa negara di Timur Tengah.  Permintaan tersebut berkaitan dengan adanya kesepakatan yang mulai disetujui kedua belah pihak.

“Kami baru saja diminta oleh Iran, dan Negara-negara Timur Tengah lainnya, untuk menahan serangan apa pun karena batas-batas kesepakatan telah disetujui,” tulis Donald Trump melalui unggahan di akun Truth Social miliknya.

Trump menjelaskan usulan kesepakatan tersebut mencakup poin-poin yang sangat penting.  Salah satunya pembukaan Selat Hormuz secara total, lengkap, dan segera.

Selain itu, perjanjian ini menuntut penghentian total ancaman nuklir dari pihak Iran.

Sebelumnya, Trump sempat mempertimbangkan serangan susulan ke Iran.  Hal ini dipicu oleh pudarnya harapan penyelesaian diplomatik atas konflik yang sudah pecah sejak 28 Februari lalu.  Namun, pernyataan terbaru ini memberikan angin segar bagi stabilitas pasokan energi dunia.

Pemerintah Iran memberikan respons hati-hati terhadap pengumuman Trump tersebut.

Pejabat pertahanan mereka menyatakan tetap waspada meski ada sinyal perdamaian.

“Meskipun pernyataan musuh baru-baru ini adalah bagian dari kampanye perang psikologis dan kognitif, kami menganggap setiap ancaman itu nyata dan menanggapi dengan serius,” ujar Seyyed Majid Ibn Al-Reza, Plt Menteri Pertahanan Iran dalam unggahan di media sosial X.

Di sisi lain, media lokal Iran menunjukkan sikap skeptis terhadap tawaran tersebut.  Kantor berita Fars International menyebut tuntutan yang diajukan Trump hanyalah sebuah daftar keinginan semata.  Fars International sendiri merupakan media yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam.

Hingga saat ini, pelaku pasar terus memantau perkembangan di Timur Tengah.  Meski harga minyak turun signifikan pada awal pekan, performa pasar masih sangat bergantung pada realisasi kesepakatan damai tersebut di lapangan. Jika ketegangan kembali memanas, harga minyak berisiko kembali melambung tinggi.



Topik terkait
harga minyak dunia minyak mentah WTI konflik AS Iran Donald Trump harga minyak Brent