Harga Minyak Dunia Anjlok, OPEC+ Tak Bisa Atasi Kekhawatiran Pasokan Berlebih
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam pada penutupan perdagangan Jumat (6/12/2024) waktu setempat atau Sabtu pagi (7/12/2024) WIB. Meskipun OPEC+ memperpanjang pengura...
Pada Kamis lalu, OPEC+ memutuskan untuk menunda rencana peningkatan produksi yang seharusnya dimulai pada Oktober 2024. Mereka juga memperpanjang pemangkasan produksi hingga akhir 2026. Keputusan ini diambil karena permintaan global melambat, terutama dari China, dan produksi dari negara penghasil minyak non-OPEC+ meningkat.
Meski OPEC+ telah membuat keputusan tersebut, para analis tetap memprediksi surplus pasokan pada 2025. Bank of America bahkan memperkirakan harga Brent akan turun menjadi rata-rata US$ 65 per barel pada 2025, meskipun permintaan diperkirakan akan tumbuh 1 juta barel per hari.
HSBC memproyeksikan surplus pasokan minyak akan lebih kecil, yakni 0.2 juta barel per hari, dibandingkan proyeksi sebelumnya yang sebesar 0.5 juta barel per hari.
Selama sebulan terakhir, harga Brent berada dalam kisaran sempit antara US$ 70-75 per barel. Investor kini khawatir dengan tanda-tanda permintaan yang lemah di China dan ketegangan geopolitik yang meningkat di Timur Tengah.
"Pasar terjebak dalam rentang sempit ini. Meski harga mungkin bergerak keluar dari rentang ini dalam jangka pendek, pandangan jangka menengah tetap pesimis," kata Tamas Varga, analis dari PVM.
- 1
- 2
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Sesi I Melemah 0,03% ke 6.234,293, AMMN Menguat, BBCA dan BMRI Tertekan
- BEI Soroti Volatilitas Saham NICK, Manajemen Beri Klarifikasi
- Nasabah Mandiri Sekuritas Tembus 1,48 Juta, Growin’ di Livin’ Jadi Motor Pertumb...
- Tower Bersama (TBIG) Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp1,25 Triliun, Kupon Tertingg...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Penjualan Naik Signifikan, Laba Bersih Delta Giri Wacana (DGWG) Melesat 93% di S...