STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia bergerak stabil dengan kecenderungan menguat tipis pada penutupan perdagangan Rabu (21/1/2026) waktu setempat atau Kamis pagi (22/1/2026) WIB. Para investor tengah mencermati penghentian sementara operasional dua ladang minyak besar di Kazakhstan.
Mengutip CNBC International, harga minyak mentah Brent naik 1 sen menjadi 64,93 USD per barel, di London ICE Futures Exchange.
Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) terangkat 3 sen ke posisi 60,39 USD per barel, di New York Mercantile Exchange.
Kedua kontrak tersebut sempat melonjak sekitar 1,5% pada sesi sebelumnya. Kenaikan dipicu oleh langkah Kazakhstan menghentikan produksi di ladang minyak Tengiz dan Korolev.
Penghentian produksi ini terjadi sejak Minggu akibat masalah distribusi listrik. Operator ladang minyak Tengiz, TCO, telah mengumumkan status force majeure untuk pengiriman minyak mentah ke sistem pipa CPC.
Produksi di dua ladang minyak Kazakhstan tersebut diperkirakan terhenti selama tujuh hingga sepuluh hari ke depan. Di sisi lain, minyak dari ladang Kashagan dialihkan ke pasar domestik untuk pertama kalinya.
Pengalihan ini dilakukan karena adanya hambatan di terminal Black Sea CPC. Peralatan di terminal tersebut dilaporkan mengalami kerusakan serius.
Meski ada gangguan pasokan, kenaikan harga minyak tertahan oleh faktor lain. Presiden AS Donald Trump menyatakan keinginannya menguasai Greenland belum berubah.
Trump berencana menerapkan gelombang kenaikan tarif terhadap sekutu Eropa. Langkah ini akan terus dilakukan sampai AS diizinkan membeli wilayah Arktik tersebut.
Ketegangan geopolitik ini memberikan tekanan tersendiri bagi pasar minyak. Penerapan tarif dikhawatirkan dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi global.
Analis UBS, Giovanni Staunovo, turut memberikan pandangannya. “Meningkatnya ketegangan geopolitik, yang menambah tekanan pada pasar minyak karena tarif dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi, mendorong sentimen penghindaran risiko,” ujar Staunovo.
Selain itu, potensi kenaikan stok minyak mentah AS turut membatasi penguatan harga. Persediaan minyak mentah dan bensin AS diperkirakan meningkat sekitar 1,7 juta barel pada pekan lalu.
Data mingguan dari American Petroleum Institute (API) dijadwalkan rilis pada Rabu sore waktu setempat. Sedangkan data resmi pemerintah baru akan keluar pada Kamis siang.
Jadwal rilis data ini mengalami keterlambatan satu hari. Hal tersebut merupakan dampak dari hari libur federal di Amerika Serikat pada Senin lalu.
