Senin, Januari 19, 2026
33.4 C
Jakarta

Harga Saham Tiba-tiba Melejit, BEI Awasi Ketat Empat Emiten Sekaligus

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang memelototi pola transaksi empat saham emiten sekaligus. Otoritas bursa menetapkan status Unusual Market Activity (UMA) karena terjadi peningkatan harga saham di luar kebiasaan.

Keempat saham tersebut adalah PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) dan PT Pool Advista Finance Tbk (POLA). Selain itu, terdapat pula saham PT Sepatu Bata Tbk (BATA) serta PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS).

Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan bagi para investor di pasar modal. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, memberikan penjelasan resmi mengenai kondisi ini.

“Dalam rangka perlindungan Investor, dengan ini kami menginformasikan telah terjadi peningkatan harga saham yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity),” ujar Yulianto Aji Sadono dalam keterbukaan informasi, dikutip Selasa (13/1/2026).

Meski demikian, pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Bursa saat ini sedang mendalami perkembangan pola transaksi keempat saham tersebut.

Investor diharapkan memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa. Para pemodal juga perlu mencermati kinerja perusahaan dan seluruh keterbukaan informasinya.

Bursa menyarankan investor mengkaji kembali rencana aksi korporasi emiten jika belum mendapatkan persetujuan RUPS. Pertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul sebelum mengambil keputusan investasi.

Informasi terakhir mengenai JGLE adalah laporan bulanan registrasi pemegang efek pada 9 Januari 2026. Untuk POLA, informasi terakhir dipublikasikan pada 6 Januari 2026 terkait laporan yang sama.

Sementara itu, informasi terbaru BATA muncul pada 5 Januari 2026 melalui website bursa. Adapun emiten IBOS menyampaikan laporan bulanan registrasi pemegang efek terakhir pada 8 Januari 2026.

Harga Saham

Keempat saham ini masuk dalam radar pantauan bursa setelah menunjukkan pergerakan harga yang sangat progresif. Saham JGLE menguat pada penutupan perdagangan Senin, 12 Januari 2026. Harga JGLE ditutup di Rp75, naik Rp6 atau 8,70% dari posisi sebelumnya di Rp69 pada 9 Januari 2026. Sejak awal perdagangan, saham ini langsung dibuka di Rp75 dan bergerak stagnan hingga penutupan. Sepanjang hari, harga tertinggi dan terendah sama-sama berada di Rp75. Volume transaksi tercatat 91.157.700 saham. Pada tahun berjalan, JGLE mencatat harga terendah Rp45 pada 2 Januari 2026 dan tertinggi Rp75 pada 12 Januari 2026. Dalam 52 minggu terakhir, saham ini bergerak di kisaran Rp6 hingga Rp75.

Saham POLA juga melonjak pada perdagangan yang sama. Harga POLA ditutup di Rp77, naik Rp7 atau 10,00% dari harga penutupan sebelumnya di Rp70 pada 9 Januari 2026. Saham ini dibuka di Rp77 dan bertahan di level tersebut hingga akhir sesi. Harga tertinggi dan terendah hari itu sama-sama di Rp77. Volume transaksi mencapai 3.051.400 saham. Sepanjang 2026, POLA sempat menyentuh level terendah Rp50 pada 2 Januari dan kini berada di titik tertinggi Rp77 pada 12 Januari 2026. Dalam periode 52 minggu, saham ini bergerak di rentang Rp10 hingga Rp77. Nilai kapitalisasi pasar tercatat Rp258.032.821.200 dan Rp1.693.643.205.375.

Saham BATA turut menguat signifikan. Pada penutupan 12 Januari 2026, BATA berada di level Rp99, naik Rp9 atau 10,00% dari Rp90 pada 9 Januari 2026. Saham ini dibuka di Rp99 dan tidak bergerak sepanjang sesi. Harga tertinggi dan terendah juga sama-sama di Rp99. Volume perdagangan mencapai 1.339.400 saham. Pada tahun berjalan, harga terendah BATA berada di Rp70 pada 2 Januari 2026 dan tertinggi di Rp99 pada 12 Januari 2026. Dalam 52 minggu terakhir, saham ini bergerak di kisaran Rp37 hingga Rp99. Kapitalisasi pasarnya tercatat Rp128.700.000.000.

Saham IBOS juga ditutup menguat pada perdagangan Senin. Harga IBOS berakhir di Rp112, naik Rp9 atau 8,74% dari harga sebelumnya Rp103 pada 9 Januari 2026. Saham ini dibuka di Rp111. Sepanjang perdagangan, harga sempat menyentuh tertinggi Rp113 dan terendah Rp103. Volume transaksi mencapai 86.443.800 saham. Pada tahun berjalan, harga terendah IBOS berada di Rp78 pada 2 Januari 2026 dan tertinggi di Rp112 pada 12 Januari 2026. Dalam 52 minggu terakhir, saham ini bergerak di rentang Rp25 hingga Rp113. Nilai kapitalisasi pasarnya tercatat Rp903.368.427.248.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Komisaris ATLA Rudi R Sutantra Lepas 37,5 Juta Saham, Kantongi Miliaran Rupiah

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Rudi R Sutantra, Komisaris PT Atlantis...

Saham INDS Melonjak Tajam Hingga Sempat Disuspensi BEI, Manajemen Indospring Buka Suara

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Indospring Tbk (INDS) memberikan...

IHSG Sesi I Dekati 9.100, Naik 0,27% Diungkit Sederet Saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru