STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah tegas terhadap saham PT Soechi Lines Tbk (SOCI). Otoritas bursa resmi melakukan penghentian sementara atau suspensi perdagangan saham emiten pelayaran tersebut.
Keputusan ini berlaku mulai sesi I perdagangan Selasa, 13 Januari 2026. Suspensi mencakup perdagangan di Pasar Reguler maupun Pasar Tunai. Langkah ini diambil menyusul terjadinya peningkatan harga kumulatif yang sangat signifikan pada saham SOCI.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, mengonfirmasi kebijakan tersebut. Menurutnya, tindakan ini merupakan bagian dari upaya perlindungan bagi para investor di pasar modal. Bursa ingin memberikan waktu bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang setiap keputusan investasinya.
“Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada Saham PT Soechi Lines Tbk (SOCI) dan sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan Saham PT Soechi Lines Tbk (SOCI) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I tanggal 13 Januari 2026 sampai dengan Pengumuman Bursa lebih lanjut,” ujar Yulianto Aji Sadono dalam keterbukaan informasi, dikutip Selasa (13/1/2026).
BEI mengimbau pihak-pihak berkepentingan untuk selalu mencermati setiap keterbukaan informasi yang disampaikan oleh manajemen SOCI.
Harga Saham SOCI
Pada penutupan perdagangan Senin (12/1/2026), harga saham SOCI parkir di level Rp705 per lembar. Nilai ini melonjak Rp115 atau 19,49% dibandingkan hari sebelumnya. Saham SOCI dibuka pada level Rp605 dan sempat menyentuh harga tertinggi harian Rp720.
Volume transaksi saham SOCI tercatat cukup besar mencapai 243.548.900 lembar saham. Sepanjang tahun berjalan, SOCI pernah berada di titik terendah pada level Rp575 per saham. Adapun dalam kurun waktu 52 minggu terakhir, harga saham SOCI bergerak pada rentang Rp126 hingga Rp720.
Nilai kapitalisasi pasar atau market cap PT Soechi Lines Tbk saat ini mencapai Rp4.976.595.000.000. Investor disarankan tetap waspada dan memantau perkembangan fundamental perusahaan selama masa suspensi berlangsung.
