Hari ini, BUMI Mulai Tawarkan Obligasi Rp1,839 Triliun, Bunga 7,50%-9,05% per Tahun
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mulai melakukan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV Tahun 2026 senilai Rp1,839 triliun pada hari ini, Kamis 21 Mei 2026. Pencatatan...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mulai melakukan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV Tahun 2026 senilai Rp1,839 triliun pada hari ini, Kamis 21 Mei 2026. Pencatatan obligasi BUMI di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 29 Mei 2026. Obligasi I BUMI ini merupakan bagian dari penawaran umum obligasi berkelanjutan dengan target dana sebesar Rp5 triliun.
Berdasarkan prospektus tambahan rencana penawaran umum obligasi yang disampaikan ke BEI, Kamis 21 Mei 2026, obligasi BUMI tersebut terdiri atas Seri A dengan jumlah pokok Rp600,040 miliar berjangka waktu 370 hari dengan bunga tetap 7,50% per tahun, seri B senilai Rp905,975 miliar memiliki tenor tiga tahun dengan bunga tetap 8,75% per tahun, serta seri C Rp333,860 miliar berjangka waktu lima tahun dengan bunga tetap 9,05% per tahun.
Bunga Obligasi dibayarkan setiap triwulan, dimana Bunga Obligasi pertama akan dibayarkan pada tanggal 26 Agustus 2026 sedangkan Bunga Obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi akan dibayarkan pada 6 Juni 2027 untuk Seri A, tanggal 26 Mei 2029 untuk Obligasi Seri B, dan 26 Mei 2031 untuk Obligasi Seri C.
Seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, sekitar Rp1,506 triliun akan digunakan Perseroan untuk pemberian pinjaman kepada Perusahaan Anak yaitu Arutmin berdasarkan Perjanjian Pinjaman tanggal 28 April 2026, yang selanjutnya akan digunakan Arutmin untuk kebutuhan modal kerja berupa biaya operasional sehari-hari.
Sedangkan Sisanya akan digunakan untuk modal kerja Perseroan yaitu biaya-biaya sehubungan dengan kegiatan operasional Perseroan sehari-hari yang terdiri dari biaya gaji dan tunjangan karyawan, biaya jasa profesional (sebagai contoh seperti jasa konsultan pajak, jasa audit, dan jasa konsultan IT), biaya pajak, dan biaya keuangan (sebagai contoh seperti biaya bunga dan biaya selisih kurs).
- JakOne Mobile Berjaya, Bank Jakarta Sabet Penghargaan Digital Excellence Awards...
- Penjualan ICBP Capai Rp41,86 Triliun, Kenapa Laba Bersih Justru Susut 33% di Sem...
- Penjualan Indofood Tembus Rp65,53 Triliun, Tapi Laba Bersih Turun Gara-Gara Ini
- Telkom Cetak Laba Rp14,21 Triliun di Semester I 2026, Pendapatan Tembus Rp75,88...
- SIMP Kantongi Laba Rp874 Miliar di Semester I 2026, Penjualan CPO Melonjak 15%
- Simak Top 5 Net Foreign Buy Sepekan: BBCA Jadi Incaran Investor Asing, TPIA Pimp...
- Kinerja IHSG Juli 2026 Menguat Tajam 10,51%, Investor Nikmati Reli Bursa
- IHSG Ditutup Naik 49,762 Poin ke 6.236,126, Mayoritas Saham dan Bursa Asia Mengh...
- JakOne Mobile Berjaya, Bank Jakarta Sabet Penghargaan Digital Excellence Awards...
- Penjualan ICBP Capai Rp41,86 Triliun, Kenapa Laba Bersih Justru Susut 33% di Sem...