STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mencatatkan obligasi berkelanjutan I tahap II tahun 2026 senilai Rp1,15 triliun di Bursa Efek Indonesia pada 18 Februari 2026. Obligasi tersebut merupakan bagian dari penawaran umum obligasi berkelanjutan I ENRG senilai total Rp4 triliun.
Menurut pengumuman BEI, Rabu 18 Februari 2026, perseroan telah memulai penawaran pada 09-10 Februari 2026. Obligasi ENRG ini terdiri atas seri A sebesar Rp280,4 miliar dengan bunga tetap 7,50% per tahun dengan tenor tiga tahun, dan seri B Rp869,8 miliar berjangka waktu lima tahun dan bunga tetap 8,60% per tahun.
Bunga obligasi ENRG akan dibayarkan setiap tiga bulan, dimana pembayaran bunga obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 13 Mei 2026. Sedangkan pembayaran bunga terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi, pada tanggal 13 Februari 2029 untuk seri A dan tanggal 13 Februari 2031 untuk seri B.
Dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum obligasi ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi akan digunakan untuk tiga keperluan. Pertama, sekitar 73,69% akan digunakan Perseroan untuk memberikan pinjaman kepada ITA, yang merupakan Perusahaan Anak Perseroan, yang selanjutnya akan digunakan ITA untuk membayar seluruh pokok utang beserta bunga kepada Bank Mandiri.
Kedua, sekitar 11,11% akan digunakan Perseroan untuk memberikan pinjaman kepada EMA, yang merupakan Perusahaan Anak Perseroan, yang selanjutnya akan digunakan EMA untuk membayar sebagian pokok utang kepada Bank Mandiri.
Ketiga, sisanya sebesar 15,2% akan digunakan Perseroan dan Perusahaan Anak untuk modal kerja dalam rangka mendukung kegiatan usaha Perseroan dan Perusahaan Anak.
Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi ENRG I Tahap II Tahun 2026, yakni PT Mandiri Sekuritas, PT Sucor Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM), serta PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebagai wali amanat.
