STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak variatif atau mixed pada perdagangan Rabu (18/2/2026). Pergerakan IHSG diperkirakan berada di rentang 8.000 hingga 8.350.
Proyeksi tersebut disampaikan Retail Research & Investment Bahana Sekuritas, Dimas Wahyu Putra Pratama, CTA, dalam riset yang dirilis hari ini. Ia menilai arah pergerakan indeks hari ini dipengaruhi oleh sejumlah sentimen domestik maupun global.
“Secara teknikal IHSG Rabu 18 Februari 2026 diperkirakan akan bergerak mixed,” ujar Dimas.
Sejumlah sektor dinilai menarik untuk dicermati pelaku pasar pada hari ini. Sektor tersebut mencakup IDXFIN, IDXTECH, IDXNCYC, IDXBASIC, IDXCYC, IDXTRANS, dan IDXHEALTH.
Pada perdagangan sebelumnya, Jumat (13/2/2026), IHSG dibuka melemah di level 8.240,004. Hingga penutupan pasar, IHSG berakhir di level 8.212,271 atau terkoreksi 53,081 poin. Penurunan ini setara 0,64% jika dibandingkan penutupan Kamis (12/2/2026) di posisi 8.265,352.
Pelemahan indeks pada akhir pekan lalu dipicu oleh sejumlah saham berkapitalisasi besar. Saham BBCA turun 1,71%, TLKM terkoreksi 3,09%, BREN melandai 2,44%, AMMN turun 2,89%, dan ASII melemah 1,85%. Investor asing juga mencatatkan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp2.027 miliar.
Sentimen pasar global menunjukkan kondisi yang beragam. Bursa Wall Street ditutup menguat tipis pada Selasa (17/2/2026) berkat kebangkitan saham teknologi dan keuangan. Investor kini menanti rilis data inflasi Amerika Serikat.
Di sisi lain, bursa Asia bergerak variatif. Beberapa bursa seperti China, Hong Kong, Taiwan, Singapura, dan Korea Selatan tutup karena libur Tahun Baru Imlek. Pelaku pasar juga bersikap hati-hati memantau proses pembicaraan nuklir antara AS dan Iran.
Harga minyak dunia dilaporkan melemah. Kondisi ini terjadi seiring kemajuan negosiasi AS-Iran dan Rusia-Ukraina. Pasar juga khawatir atas kelebihan pasokan minyak global.
Dari dalam negeri, sektor manufaktur makanan dan minuman (mamin) diprediksi menjadi motor utama ekonomi nasional pada kuartal I-2026. Momentum Ramadan dan Lebaran diperkirakan mendorong kontribusi sektor mamin hingga 6,5% sampai 7% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Selain itu, Bank Indonesia (BI) diprediksi tetap mempertahankan BI Rate pada level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Februari 2026. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas Rupiah di tengah inflasi tahunan Januari 2026 yang mencapai 3,55% (yoy).
Untuk perdagangan sepanjang pekan ini, Bahana Sekuritas merekomendasikan saham-saham berikut:
1. BULL – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp430
Target Price 1: Rp478
Target Price 2: Rp500
Current Price: Rp450
2. HUMI – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp220
Target Price 1: Rp252
Target Price 2: Rp264
Current Price: Rp234
3. ADMR – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp1.800
Target Price 1: Rp1.990
Target Price 2: Rp2.070
Current Price: Rp1.865
4. AMMN – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp7.350
Target Price 1: Rp7.825
Target Price 2: Rp7.950
Current Price: Rp7.550
5. TOBA – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp700
Target Price 1: Rp730
Target Price 2: Rp745
Current Price: Rp715
6. BREN – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp7.800
Target Price 1: Rp8.150
Target Price 2: Rp8.275
Current Price: Rp8.000
7. CUAN – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp1.700
Target Price 1: Rp1.900
Target Price 2: Rp1.990
Current Price: Rp1.810
8. CDIA – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp1.100
Target Price 1: Rp1.200
Target Price 2: Rp1.245
Current Price: Rp1.550
9. BUMI – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp280
Target Price 1: Rp302
Target Price 2: Rp312
Current Price: Rp292
10. DEWA – ACC BUY
Stop Loss Under: Rp600
Target Price 1: Rp635
Target Price 2: Rp650
Current Price: Rp620
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau menjual saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.

