back to top

IEA Pangkas Proyeksi Permintaan, Harga Minyak Dunia Terperosok 3%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia merosot sekitar 3% pada akhir perdagangan Kamis (12/2/2026) waktu setempat atau Jumat pagi (13/2/2026) WIB. Penurunan ini terjadi setelah International Energy Agency (IEA) memangkas perkiraan permintaan minyak global untuk tahun 2026.

Mengutip CNBC International, harga minyak mentah Brent turun 1,88 USD atau 2,71%. Harga minyak acuan global ini ditutup pada level 67,52 USD per barel, di London ICE Futures Exchange.

Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) jatuh 1,79 USD atau 2,77%. Minyak WTI berakhir pada posisi 62,84 USD per barel, di New York Mercantile Exchange.

Investor saat ini sedang menimbang laporan IEA di tengah potensi eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. IEA memproyeksikan pertumbuhan permintaan minyak dunia tahun ini akan berjalan lebih lambat.

“Permintaan minyak global akan meningkat lebih lambat dari perkiraan sebelumnya tahun ini,” kata IEA pada hari Kamis sambil memproyeksikan surplus yang cukup besar meskipun ada gangguan yang memotong pasokan pada bulan Januari.

Laporan bulanan IEA tersebut seketika membalikkan arah harga minyak Brent dan WTI ke zona negatif. Sebelumnya, harga sempat mendapat dukungan dari kekhawatiran pelaku pasar terhadap situasi geopolitik di Timur Tengah.

Presiden AS Donald Trump telah melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Rabu lalu. Trump menyebut kedua pihak belum mencapai kesepakatan pasti mengenai langkah selanjutnya terhadap Iran.

Meski demikian, Trump memastikan negosiasi dengan Teheran akan terus berlanjut. Sebelumnya, ia mengaku sedang mempertimbangkan pengiriman kapal induk kedua ke Timur Tengah jika kesepakatan tidak tercapai.

Hingga kini, jadwal dan lokasi putaran pembicaraan berikutnya belum diumumkan. Kondisi pasar semakin tertekan oleh laporan kenaikan stok minyak mentah AS yang sangat besar.

Badan Informasi Energi (EIA) melaporkan persediaan minyak mentah AS melonjak 8,5 juta barel menjadi 428,8 juta barel pekan lalu. Angka ini melesat jauh dari perkiraan para analis dalam jajak pendapat Reuters.

Sebelumnya, para analis hanya memperkirakan kenaikan stok sebesar 793.000 barel. Penumpukan persediaan yang melebihi ekspektasi ini menjadi sentimen negatif bagi harga si emas hitam.

Data EIA juga menunjukkan penurunan tingkat pemanfaatan kilang minyak di AS. Angkanya turun 1,1 poin persentase menjadi 89,4% pada pekan lalu.

Kombinasi antara penurunan prospek permintaan dari IEA dan melimpahnya stok di AS menjadi faktor utama pelemahan harga. Investor kini bersikap lebih waspada dalam mengamati perkembangan pasokan minyak global ke depan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Harga Emas Dunia Anjlok di Bawah USD 5.000, Data Tenaga Kerja AS Jadi Pemicu

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia merosot ke level...

Harga Emas Dunia Melonjak Lebih dari 1%, Abaikan Data Tenaga Kerja AS

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia melonjak lebih dari...

Tensi AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 1%

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga minyak dunia ditutup menguat...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru