back to top

IHSG Ambruk 8% Hingga Kena Trading Halt, Menkeu Purbaya Bilang Tak Usah Takut!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan saham Rabu (28/1/2026). Bursa Efek Indonesia (BEI) terpaksa melakukan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) pada sistem JATS pukul 13:43:13. Langkah ini diambil setelah indeks merosot tajam menyentuh angka 8%.

IHSG mengawali perdagangan hari ini dengan dibuka melemah pada posisi Rp8.393,514. Hingga pukul 09.33 WIB, indeks terpantau berada di level Rp8.524,356. Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 455,874 poin atau ambruk 5,35% dibandingkan penutupan Selasa (27/1/2026) di posisi Rp8.980,230.

Kondisi pasar semakin memburuk pada penutupan perdagangan sesi I. IHSG parkir di level Rp8.321,218 atau anjlok 659,011 poin setara 7,34%. Kejatuhan ini dipicu oleh rontoknya harga saham milik 764 emiten. Sementara itu, hanya 30 saham tercatat menguat dan 10 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.

BEI lalu melanjutkan kembali perdagangan pada pukul 14:13:13 waktu JATS tanpa perubahan jadwal penutupan. Tindakan pembekuan sementara ini bertujuan menjaga perdagangan saham agar senantiasa teratur, wajar, dan efisien. Kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Nomor II-A serta Surat Keputusan Direksi BEI nomor Kep-00002/BEI/04-2025.

Sentimen negatif menghantam pasar menyusul pengumuman penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI). MSCI memutuskan membekukan sementara proses rebalancing indeks untuk saham-saham asal Indonesia.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan tanggapannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (28/1/2026). Ia meminta para investor dan pelaku pasar tidak perlu merasa khawatir berlebihan. Purbaya memastikan pemerintah terus bekerja keras memperkuat struktur ekonomi nasional.

“Ngga usah takut, akan rebound karena fondasi ekonomi kita betulin betul-betul secara serius,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa.

Purbaya juga menegaskan kejatuhan IHSG saat ini murni disebabkan oleh faktor eksternal. Menurutnya, tidak ada sentimen negatif lain selain dari kebijakan yang dikeluarkan oleh MSCI. Ia meyakini pasar akan segera pulih seiring dengan penguatan fundamental ekonomi dalam negeri.

- Advertisement -

Artikel Terkait

RMK Energy (RMKE) Emisi Obligasi Rp600 Miliar, Mayoritas Dana Dipinjamkan ke Anak Usaha

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT RMK Energy Tbk (RMKE) berencana melakukan...

Anjlok 7,35%, IHSG ke 8.320,556 Terbebani Permintaan MSCI Soal Transparansi Data Free Float Saham Publik

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Dibuka anjlok di level 8.393,514, Indeks Harga Saham...

MSCI Ubah Cara Hitung Free Float, Bos BEI Minta Indonesia Diperlakukan Setara

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru