STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpeluang menguji resistance di level 8.350 pada perdagangan hari ini, Jumat (7/11/2025). Namun, para pelaku pasar perlu mewaspadai aksi ambil untung (pofit taking) menjelang akhir pekan. Hal itu disampaikan oleh tim analis dari BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), dalam laporan riset yang dipublikasikan hari ini.
Menurut analis BRIDS, pasar masih menunggu rilis data penting dari luar negeri dan dalam negeri. Dari global, pelaku pasar menanti data neraca perdagangan Tiongkok serta data ketenagakerjaan Amerika Serikat. Dari domestik, pasar juga mencermati data cadangan devisa dan penjualan sepeda motor yang bisa menjadi sentimen tambahan bagi pergerakan pasar.
Pada perdagangan Kamis (6/11/2025), IHSG ditutup menguat 18,53 poin atau naik 0,22% ke level 8.337,06. Pada perdagangan sebelumnya, Rabu (5/11/2025), IHSG berada di posisi 8.318,53.
Sebanyak 394 saham tercatat naik, 259 saham turun, dan 158 saham tidak bergerak. Level support IHSG berada di 8.200 dan resistance di 8.350.
IHSG juga mencetak rekor penutupan tertinggi baru atau all time high (ATH) dengan mencatat net foreign sell sebesar Rp106 miliar di pasar reguler.
Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham – saham berikut:
1.ASII – BUY
Pergerakan saham ASII pada perdagangan terakhir mampu bertahan diatas level support nya di Rp6.025 – 6.150. Selama berada diatas level tersebut, ASII mempunyai potensi untuk menuju level resistance terdekatnya pada Rp6.575 – 6.675.
2.INET – BUY ON BREAKOUT
Pergerakan saham INET saat ini sedang menguji level resistancenya pada Rp312 – 318. Jika harga mampu menembus level tersebut, maka ada potensi lanjutan penguatan hingga resistance berikutnya pada Rp 352 – 374.
3.IMJS – BUY
Pergerakan harga IMJS maish dalam trend yang cenderung sideways. Saat ini, IMJS sedang menguji supportnya pada 224 – 230 dan berpotensi untuk rebound jangka pendek menuju level Rp246 – 258.
4.MYOR – SELL
Pergerakan saham MYOR jangka pendek memiliki trend yang sideways. Harga terpantau cenderung melemah setelah menyentuh level resistance nya dan terdapat peningnkatan volume jual. Waspadai potensi pelemahan lanjutan hingga supportnya pada Rp1.970.
