IHSG Berpotensi Melemah, Simak Rekomendasi Yugen Sekuritas Rekomendasi
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi melemah, pada perdagangan Jumat (30/9/2022). William Surya Wijaya, CEO PT Yugen Bertumbuh...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi melemah, pada perdagangan Jumat (30/9/2022). William Surya Wijaya, CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas memprediksi, IHSG hari ini akan bergerak pada kisaran 6.998 - 7.236 poin.
Menurut William, IHSG terlihat masih betah berada dalam rentang konsolidasi wajar. Potensi tekanan terhadap IHSG tampaknya belum akan berakhir. Ini antara lain dipicu oleh pergerakan market global dan regional.
Selain itu, demikian William, tekanan terhadap IHSG karena minimnya sentimen positif. Ditambah lagi terjadi perlambatan ekonomi sehingga memperlambat pola gerak IHSG hingga beberapa waktu mendatang,
“Hari ini IHSG berpotensi melemah,” ujarnya.
Untuk perdagangan hari ini, William merekomendasikan ‘beli‛ saham BBCA, GGRM, LSIP, BBNI, TLKM, BSDE dan UNVR.
- Harga Naik Tak Wajar, Saham GIAA dan DWGL Masuk Radar UMA BEI
- IHSG Waspada Koreksi, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari Ini
- PALM Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo pada September 2026
- Karya Pacific Investama Borong 3,08 Miliar Saham IATA Senilai Rp230,35 Miliar
- Prajogo Pangestu Borong 51,7 Juta Saham CUAN, Rogoh Kocek Rp36,68 Miliar
- Harga Naik Tak Wajar, Saham GIAA dan DWGL Masuk Radar UMA BEI
- IHSG Waspada Koreksi, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari Ini
- Karya Pacific Investama Borong 3,08 Miliar Saham IATA Senilai Rp230,35 Miliar
- PALM Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo pada September 2026
- Prajogo Pangestu Borong 51,7 Juta Saham CUAN, Rogoh Kocek Rp36,68 Miliar
- Prajogo Pangestu Borong 51,7 Juta Saham CUAN, Rogoh Kocek Rp36,68 Miliar
- Usai Terbang Tinggi, BEI Akhirnya Cabut Suspensi Saham Ini Mulai Sesi Pertama
- Harga Minyak Global Lanjutkan Tren Penguatan, Selat Hormuz Masih Terkunci Syarat...
- Wall Street Memerah, Saham Teknologi Rontok Saat Ketegangan Selat Hormuz Meningk...
- Karya Pacific Investama Borong 3,08 Miliar Saham IATA Senilai Rp230,35 Miliar