STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencetak sejarah dengan menembus rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high). Fenomena ini terjadi pada penutupan perdagangan Kamis (15/1/2026). Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi laju indeks komposit akan cenderung melemah terbatas pada hari ini, Senin (19/1/2026).
Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, mengamati pergerakan pasar saat ini. Menurutnya, meskipun ruang kenaikan saham masih terbuka, investor harus tetap berhati-hati. Turbulensi akibat tensi geopolitik masih sangat tinggi sehingga koreksi berpotensi terjadi hari ini.
IHSG diprediksi akan bergerak pada rentang level support 8.920 dan resistance 9.130. Maximilianus memberikan penjelasan mengenai potensi teknikal pasar.
“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 8.920 – 9.130,” ujarnya.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG tampil perkasa dan ditutup menguat 42,82 poin atau naik 0,47%. Indeks parkir di level 9.075,406. Sektor consumer cyclicals menjadi motor penggerak utama dengan kenaikan sebesar 1,15%. Sebaliknya, sektor industrials justru tertekan 2,31% dan berada di posisi terendah.
Sejumlah sentimen global turut memengaruhi psikologis investor. Tensi geopolitik memanas di awal tahun ini. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan tarif 10% yang diberikan sebelumnya akan naik menjadi 25% pada bulan Juni untuk delapan negara Eropa. Hal ini memicu reaksi keras Uni Eropa yang berencana mengaktifkan Anti Coercion Instrument (ACI) untuk melindungi kedaulatan ekonominya.
Dari dalam negeri, kabar positif datang dari target investasi pemerintah. Pemerintah menargetkan investasi baru sebesar Rp2.100 triliun pada 2026 dengan fokus pada sektor berkelanjutan. Energi baru dan terbarukan (EBT), khususnya geothermal, menjadi andalan utama. Potensi geothermal Indonesia yang besar dinilai sangat menarik bagi investor asing, terutama Jepang.
Di sisi lain, pekan ini menjadi pekan penting bagi pasar obligasi. Naiknya imbal hasil obligasi menjadi sinyal adanya potensi perpindahan dana dari obligasi menjadi saham di tengah meningkatnya ekspektasi pemulihan ekonomi. Imbal hasil obligasi diharapkan naik hingga melebihi 6,25% agar momentum akumulasi tahap pertama dapat dilakukan.
Melihat kondisi tersebut, Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan untuk dikoleksi. Berikut adalah daftar saham yang layak dicermati pada perdagangan hari ini:
- INTP – BUY
- Last Price: Rp 6.975
- Support: Rp 6.825
- Resistance: Rp 7.175
- Target: Rp 7.150
- CTRA – BUY
- Last Price: Rp 940
- Support: Rp 920
- Resistance: Rp 965
- Target: Rp 960
- CPIN – BUY
- Last Price: Rp 4.570
- Support: Rp 4.530
- Resistance: Rp 4.640
- Target: Rp 4.630
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau menjual saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.
