IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN hingga TINS
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak mixed pada perdagangan Senin (3/8/2026). Pergerakan indeks diperkirakan berada di rentang 6.000 hingga 6.400.
Proyeksi tersebut disampaikan Retail Research & Investment Bahana Sekuritas, Dimas Wahyu Putra Pratama, CTA, dalam riset yang dirilis hari ini. Ia menilai arah pergerakan IHSG dipengaruhi sentimen teknikal dan kondisi pasar global.
“Secara teknikal IHSG Senin 3 Agustus 2026 diperkirakan akan bergerak mixed,” ujar Dimas.
Pada perdagangan Jumat (31/7/2026), IHSG ditutup menguat sebesar +49,76 poin atau +0,80% ke level 6.236. Sektor basic industrials (+2,54%) menjadi penopang terkuat, sementara sektor consumer non-cyclicals (-0,03%) berada di posisi terendah.
Sejumlah saham menjadi penopang utama indeks, antara lain BBRI (+1,67%), ASII (+3,03%), AMMN (+3,02%), BREN (+3,08%), dan BRPT (+3,07%). Meski menguat, investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp250 miliar.
Kondisi pasar global memberikan sentimen beragam. Bursa Wall Street menguat didorong laporan kinerja Amazon yang melampaui ekspektasi. Bursa Asia juga menghijau berkat penguatan sektor teknologi semikonduktor dan kebijakan Bank of Japan (BoJ) yang mempertahankan suku bunga di level 1,00%.
Di sisi lain, harga minyak dunia melonjak di atas 1% karena eskalasi konflik di Timur Tengah. Hal ini memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi melalui Selat Hormuz. Harga minyak mentah global yang bertahan di atas USD 80 per barel turut menekan pasar surat utang.
Pasar Surat Utang Negara (SUN) saat ini dibayangi kenaikan imbal hasil (yield) obligasi Amerika Serikat (AS). Yield SUN tenor 10 tahun tercatat naik menjadi 7,35%, sementara tenor 1 tahun berada di 6,97%. Adapun premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor lima tahun naik ke level 94,13.
Dari sisi domestik, ekonomi kuartal II-2026 diproyeksi tumbuh di atas 5%. Pertumbuhan ini ditopang belanja pemerintah yang mencapai 20% serta realisasi investasi sebesar Rp511,8 triliun. Selain itu, Penanaman Modal Asing (PMA) melonjak 27,5% secara tahunan.
Pemerintah juga optimistis menargetkan investasi baru sebesar Rp2.100 triliun pada 2026. Sektor energi baru terbarukan (EBT) dan data center menjadi daya tarik utama. Selain itu, kenaikan bunga deposito valas hingga 4% mendorong lonjakan simpanan dolar di perbankan.
Sejumlah sektor dinilai menarik untuk dicermati pelaku pasar hari ini. Sektor tersebut mencakup IDXENER, IDXBASIC, IDXPROP, IDXHEALTH, IDXINDUS, IDXFIN, dan IDXTECH.
Untuk perdagangan pekan ini, Bahana Sekuritas merekomendasikan saham-saham berikut:
1. CDIA – ACC BUY
- Stop Loss Under: Rp630
- Target Price 1: Rp685
- Target Price 2: Rp720
- Current Price: Rp655
2. PTRO – ACC BUY
- Nasabah Mandiri Sekuritas Tembus 1,48 Juta, Growin’ di Livin’ Jadi Motor Pertumb...
- Tower Bersama (TBIG) Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp1,25 Triliun, Kupon Tertingg...
- Inflasi Juli 2026 Tembus 2,88%, BPS Catat Papua Barat Tertinggi
- Direktur CASH Mundur, Willy Chandry Ambil Alih Tugas Sementara
- Pos Indonesia dan Rumah Tani Nusantara Luncurkan AgriPost, Bidik 20 Outlet dan 5...
- Nasabah Mandiri Sekuritas Tembus 1,48 Juta, Growin’ di Livin’ Jadi Motor Pertumb...
- Direktur CASH Mundur, Willy Chandry Ambil Alih Tugas Sementara
- Suspensi Dicabut, Saham ASMI Kembali Diperdagangkan di BEI
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Penjualan Naik Signifikan, Laba Bersih Delta Giri Wacana (DGWG) Melesat 93% di S...
- Laba Bersih SMBC Indonesia (BTPN) Melesat 41,7% ke Rp1,75 Triliun di Semester I-...