IHSG Diramal Naik Terbatas, Yugen Sekuritas: Beli Saham Non Komoditas!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi mengalami kenaikan terbatas, Senin (18/7/2022). William Surya Wijaya, CEO PT Yugen Bertumb...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi mengalami kenaikan terbatas, Senin (18/7/2022). William Surya Wijaya, CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas memprediksi, IHSG hari ini akan bergerak pada kisaran 6.578 – 6.789 poin.
Menurut William, mengawali minggu ke empat di awal semester dua, pergerakan IHSG masih akan terlihat dalam rentang konsolidasi wajar. Dalam risetnya hari ini, ia meramal IHSG berpotensi mengalami kenaikan terbatas.
Di lain sisi, William mengingatkan para investor agar mencermati gerak harga komoditas. Ia melihat, harga komoditas berpotensi berada dalam kondisi tertekan. Hal ini, dapat memberikan sentimen yg kurang baik terhadap pergerakan saham emiten yang berkaitan dengan harga komoditas.
Kendati begitu, dalam pandangan William, kondisi di atas justru membuka peluang bagi investor untuk melakukan akumulasi beli. Ia menyarankan agar para pemilik modal tersebut membeli saham-saham di luar sektor komoditas. Dengan catatan, saham-saham incaran tersebut harus memiliki fundamental solid, dan mempunyai market cap besar.
“Hari ini IHSG berpotensi mengalami kenaikan terbatas,” terang dia.
- Laba Bersih AVIA Tembus Rp938 Miliar, Naik 20,7% pada Semester I 2026
- Tunggal Jaya Investama Borong 1,6 Juta Saham IMPC di Atas Harga Pasar
- Mayoritas Bursa Saham Asia Parkir di Zona Merah, Nikkei Anjlok 2,5%
- IHSG Ditutup Naik 0,75% ke Level 6.449,830, Saham BYAN Melejit 19,97%
- Suspensi Dibuka, Saham BAJA Kembali Diperdagangkan 19 Agustus 2026
- Tunggal Jaya Investama Borong 1,6 Juta Saham IMPC di Atas Harga Pasar
- IHSG Ditutup Naik 0,75% ke Level 6.449,830, Saham BYAN Melejit 19,97%
- Suspensi Dibuka, Saham BAJA Kembali Diperdagangkan 19 Agustus 2026
- Laba Bersih AVIA Tembus Rp938 Miliar, Naik 20,7% pada Semester I 2026
- Mayoritas Bursa Saham Asia Parkir di Zona Merah, Nikkei Anjlok 2,5%
- Harga Emas Dunia Kembali Melambung, Ini Faktor Makro Pemicunya
- Trump Ancam Bom Oman dan Selat Hormuz Lumpuh, Bursa Saham Eropa Kompak Memerah
- Laba Bersih Emiten Migas Grup Bakrie (ENRG) Melesat 27% Jadi USD45,23 Juta di Se...
- Perjanjian Damai AS-Iran Berakhir, Harga Minyak Dunia Melonjak
- Tensi Timur Tengah Memanas, Indeks Dow Jones Terkoreksi 270 Poin