STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan ini (09-13 Februari 2026) mengalami kenaikan sebesar 180,397 poin atau naik 2,25%, yaitu dari 8.031,874 ke level 8.212,271. Sementara kapitalisasi pasar bursa pada Jumat (13/2/2026) tercatat sebesar Rp14.918.217 triliun, naik dari Rp14.567.316 triliun, Senin (09/2/2026).
Sebagai informasi, di tengah peningkatan IHSG, terdapat 5 saham mencatat penurunan harga terbesar atau top losers pada pekan ini. Adapun 5 saham emiten terbesar di Top Losers pekan ini (09-13 Februari 2026) adalah PT Hillcon Tbk (HILL), PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK), PT Kokoh Exa Nusantara Tbk (KOCI), PT Citatah Tbk (CTTH), dan PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO).
Menurut data RTI Business, dalam sepekan harga saham HILL turun Rp35 atau melemah 27,34% menjadi Rp93 per unit. Volume saham yang ditransaksikan mencapai 261 juta unit senilai Rp26,5 miliar. Frekuensi transaksi saham HILL sebanyak 15.075 kali. Net foreign sell (NFS) di saham HILL tercatat Rp402,1 juta.
Posisi kedua, ditempati oleh saham PACK yang melemah Rp56 atau turun 20,44% menjadi Rp218 per saham. Volume saham yang ditransaksikan mencapai 1,9 miliar unit senilai Rp446,2 miliar. Frekuensi transaksi saham PACK sebanyak 90.237 kali. Net foreign buy (NFB) di saham PACK tercatat Rp166,6 juta.
Berikut, saham KOCI turun Rp38 atau tergerus 18,45% menjadi Rp168 per saham. Volume saham yang ditransaksikan mencapai 219,9 juta unit senilai Rp39,1 miliar dengan frekuensi sebanyak 30.376 kali. Net foreign sell (NFS) di saham KOCI tercatat sebesar Rp797,5 juta.
Keempat diduduki saham CTTH yang melemah Rp18 atau turun 15,38% menjadi Rp99 per unit. Volume saham yang ditransaksikan mencapai 191,3 juta unit senilai Rp19,4 miliar. Frekuensi transaksi saham CTTH sebanyak 17.695 kali. Net foreign buy (NFB) di saham CTTH tercatat sebesar Rp72,1 juta.
Terakhir (kelima), saham RLCO melorot Rp1.025 atau turun 13,67% menjadi Rp6.475 per saham. Volume saham yang ditransaksikan sebanyak 42,7 juta unit senilai Rp280 miliar dengan frekuensi sebanyak 55.837 kali transaksi. Net foreign sell (NFS) di saham RLCO senilai Rp1,8 miliar.
