IHSG Sesi I Naik 0,44% ke Level 7.173,595
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham sesi I, Kamis (22/5/2025) ditutup di posisi 7.173,595, menguat 31,134 poin atau naik 0,44%. Ini seiring naiknya harg...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham sesi I, Kamis (22/5/2025) ditutup di posisi 7.173,595, menguat 31,134 poin atau naik 0,44%. Ini seiring naiknya harga saham 288 dari 798 emiten yang sahamnya ditransaksikan pada sesi pertama, Kamis (22/5/2025).
Saham-saham yang menguat di sesi pertama hari ini, di antaranya,ย UNVR naik 3,69% jadi Rp1.825 per saham. TLKM naik 2,91% jadi Rp2.830, BBRI naik 0,70% jadi Rp4.290, BMRI naik 0,46% jadi Rp5.475, dan BRPT naik 1,02% jadi Rp990 per saham.
Sedangkan harga saham ASII turun 0,43% jadi Rp4.650 per saham. CUAN turun 1,12% jadi Rp11.050, AADI turun 1,35% jadi Rp7.325, BBNI turun 0,22% jadi Rp4.510, AMRT turun 1,92% jadi Rp2.560, dan KLBF turun 3,59% ke harga Rp1.475 per saham.
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Kontrak Baru WEGE Meroket 510%, Utang Turun Jadi Rp1,84 Triliun
- WEGE Rugi Rp89,89 Miliar pada Semester I 2026, Pendapatan Anjlok 55%
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Asuransi Maximus (ASMI) Berbalik Boncos! Rugi Rp124,2M pada Semester I-2026
- Market Cap BEI Naik 0,48 Persen Jadi Rp10.923T Dalam Sepekan
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- BEI Beberkan Pipeline Terbaru!
- WEGE Rugi Rp89,89 Miliar pada Semester I 2026, Pendapatan Anjlok 55%