Imbas Damai AS-Iran, Harga Emas Dunia Terbang 2,6%
STOCKWATCH.ID (CHICAGO) โ Harga emas dunia kembali mendaki pada perdagangan Senin (15/6/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (16/6/2026) WIB. Logam mulia ini berhasil mencapai level tertinggi dalam l...
"Pasar emas bergerak melampaui konflik dan mulai mengabaikannya. Berita kesepakatan damai menurunkan imbal hasil Treasury, dolar, dan minyak. Hal-hal itu merupakan risiko inflasi dan lintas aset terbesar," ujar Phillip Streible.
Sebelumnya, emas menghadapi tekanan sejak konflik Iran dimulai. Harga energi yang tinggi dan kekhawatiran inflasi meningkatkan peluang kenaikan suku bunga. Suku bunga tinggi biasanya menekan emas karena logam ini tidak memberikan bunga.
Usai kesepakatan damai, para pedagang memangkas peluang kenaikan suku bunga AS pada Desember mendatang. Peluang tersebut turun menjadi 58% dari posisi 70% pada pekan lalu. Data ini merujuk pada perangkat CME FedWatch.
Perhatian pasar kini beralih ke pertemuan kebijakan Federal Reserve pada 16-17 Juni. Pertemuan ini akan dipimpin oleh Kevin Warsh untuk pertama kalinya sebagai pimpinan bank sentral AS. Investor mencari petunjuk mengenai arah suku bunga ke depan.
Streible menilai pergerakan harga emas selanjutnya sangat bergantung pada kepemimpinan baru ini. Pidato dan nada yang disampaikan akan menjadi kunci bagi pelaku pasar.
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Wall Street Bangkit, Lonjakan Saham Microsoft Akhiri Tren Negatif Nasdaq
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem