STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) menetapkan target operasional yang optimis untuk tahun 2026. Pengelola pusat perbelanjaan mewah ini membidik tingkat keterisian atau okupansi mall melampaui angka 80%. Strategi ini merupakan bagian dari upaya perusahaan menjaga kinerja di tengah dinamika ekonomi nasional.
Direktur Plaza Indonesia Realty Evy Tirtasudira memaparkan rencana pengelolaan portofolio properti perusahaan. Perseroan memperkirakan jumlah penyewa atau tenant di Plaza Indonesia Shopping Center akan mencapai angka yang signifikan.
“Sejalan dengan strategi pengelolaan portofolio properti, Perseroan memperkirakan jumlah tenant pada tahun 2026 sekitar 370 -380 tenant,” kata Evy dalam keterbukaan informasi, Selasa (6/1/2026).
Selain area belanja, gedung perkantoran The Plaza juga menunjukkan proyeksi yang kuat. Perusahaan memproyeksikan tingkat hunian di gedung tersebut mampu mencapai di atas 90%. Total tenant yang menempati area perkantoran diperkirakan berjumlah sekitar 90 pihak.
Optimisme ini didukung oleh analisis makroekonomi domestik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 diperkirakan berada pada rentang 5,0% hingga 5,4%. Pemerintah juga mengalokasikan belanja dalam APBN 2026 sebesar Rp3.842,7 triliun atau naik sekitar 8,9% secara tahunan.
Kenaikan belanja pemerintah tersebut diprediksi menjadi penggerak utama konsumsi masyarakat. Meski demikian, perusahaan tetap mewaspadai ketidakpastian global dan pemulihan daya beli kelas menengah. Strategi penyesuaian tenant mix menjadi langkah krusial bagi keberlanjutan bisnis pusat perbelanjaan.
Di sektor perhotelan, perusahaan melakukan adaptasi terhadap kebijakan efisiensi belanja pemerintah. Pengurangan anggaran perjalanan dinas dan kegiatan rapat sejak tahun 2025 menjadi tantangan tersendiri. Hotel kini mulai mengalihkan fokus pada segmen korporasi, ritel, serta pasar domestik dan leisure.
Mengenai rencana investasi, perseroan belum memiliki agenda ekspansi besar dalam waktu dekat. Saat ini belum ada rencana penggabungan, peleburan usaha, akuisisi, maupun restrukturisasi modal yang bersifat material. Perusahaan memilih fokus pada program peremajaan area publik secara berkala.
“Sampai dengan saat ini, Perseroan tidak melakukan kegiatan ekspansi maupun penggabungan atau peleburan usaha, akuisisi, serta aktivitas restrukturisasi utang maupun permodalan yang bersifat material,” jelas Evy.
Kabar baik juga datang dari sisi ketenagakerjaan. Manajemen memastikan tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan sepanjang tahun 2025. “Selama tahun 2025, tidak terdapat pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan Perseroan,” tegasnya.
Hingga saat ini, perusahaan tidak menghadapi kendala yang mengganggu keberlangsungan usaha. Kinerja keuangan perseroan juga tidak terdampak oleh masalah material apa pun. Perusahaan pun menyatakan tidak ada kasus hukum, somasi, atau gugatan yang sedang dihadapi.
Seluruh kontrak dengan pemasok maupun pelanggan tetap berjalan sesuai prosedur operasional standar (SOP). Masa berlaku kontrak dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan bersama. Hal ini dilakukan demi mendukung kelancaran operasional harian perusahaan secara menyeluruh.
