back to top

Indo-Rama Synthetics Beri Pinjaman US$1,4 Juta ke Anak Usaha, Buat Apa?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA – PT Indo-Rama Synthetics Tbk (INDR) memberikan pinjaman sebesar US$1,4 juta kepada Indorama Iplik Sanayi Ve Ticaret A.S (“ITR”),  anak perusahaan tidak langsung Perseroan dengan kepemilikan 100% saham.

Arun Dalmia, Asisten Sekretaris Perusahaan INDR dalam keterangan tertulis, Selasa (11/2/2025) menyebutkan, pinjaman yang ditandatangani oleh para pihak pada 11 Februari 2025 itu memiliki tingkat bunga SOFR plus 0,80% per tahun. “Pinjaman ini memiliki jangka waktu 37 bulan sejak tanggal penarikan,” kata Arun.

Menurut Arun, transaksi afiliasi antara INDR dan ITR tersebut tidak mengandung benturan kepentingan. Arun menegaskan, semua informasi material telah diungkapkan dan informasi ter dana tersebut tidak menyesatkan. Meski demikian, Arun tidak menjelaskan perihal penggunaan dana pinjaman tersebut oleh ITR.

Sekedar Informasi, INDR membukukan pendapatan sebesar US$636,918 juta pada kuartal III 2024, tumbuh 6,39% dari US$598,62 juta pada periode sama 2023. Meski pendapatan tumbuh, emiten produsen bahan baku untuk industri tekstil beraset US$796,88 juta per September 2024 itu merugi US$14,04 juta  pada kuartal III 2024, turun 56,76% dibanding rugi US$32,48 juta pada kuartal III 2023.

PT Indo-Rama Synthetics Tbk (INDR) adalah produsen benang pintal, benang filamen poliester, serat stapel poliester, resin PET, chip poliester, dan kain filamen poliester. Perseroan didirikan tahun 1976 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1976 di Purwakarta (Jawa Barat) dengan pabrik pemintalan kapas.

Perusahaan tersebut melakukan IPO (initial public offering) pada Agustus 1990. Perusahaan terus berkembang dan mampu mengekspor produknya ke Amerika Utara, Eropa, Amerika Selatan, Asia, Australia, dan Timur Tengah. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Bakrie & Brothers (BNBR) Gelar Rights Issue 86,7 Miliar Saham, Siap-siap Dilusi 33,33%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR)...

Tiga Obligasi Baru Melantai Bareng di BEI, Total Emisi 2026 Tembus Rp40,51 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali kedatangan...

IHSG Rontok 7,89% Sepekan, Investor Asing Tarik Dana Rp7,29 Triliun Sepanjang 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  - Kinerja pasar saham Indonesia sedang lesu...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru