Sabtu, November 29, 2025
26.1 C
Jakarta

Inflasi Jinak Bawa Wall Street Terbang Tinggi Berjamaah!

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street kompak terbang tinggi berjamaah pada penutupan perdagangan Selasa (13/8/2024) waktu setempat atau Rabu pagi (14/8/2024) WIB. Ini didorong oleh data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan. Kondisi tersebut membuat pasar saham AS kembali mendekati level rekornya yang tercatat bulan lalu.

Mengutip CNBC International, Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York, AS mencatat kenaikan sebesar 408,63 poin atau 1,04%, menjadi 39.765,64. Setali tiga uang, Indeks S&P 500 (SPX) menanjak 90,04 poin atau 1,68% mencapai 5.434,43, menjadikan indeks ini berada kurang dari 5% dari level tertinggi rekornya pada Juli lalu. Sementara itu, Indeks komposit Nasdaq (IXIC) melonjak 407 poin atau 2,43% menyentuh 17.187,61.

Pendorong utama kenaikan ini adalah laporan Indeks Harga Produsen (PPI), yang menunjukkan peningkatan harga grosir sebesar 0,1% pada bulan lalu. Angka ini lebih rendah dari perkiraan ekonom yang memprediksi kenaikan bulanan sebesar 0,2%. Hal ini memberikan sinyal positif bagi investor bahwa inflasi mungkin sedang menuju ke arah yang lebih stabil.

David Russell, Kepala Strategi Pasar Global di TradeStation, mengatakan bahwa data PPI ini menunjukkan bahwa tekanan inflasi mulai mereda, terutama di sektor jasa. Pernyataan ini memberikan angin segar bagi investor yang sebelumnya khawatir akan kenaikan harga yang lebih tinggi.

Harapan investor semakin meningkat menjelang rilisnya Indeks Harga Konsumen (CPI) pada Rabu pagi. CPI diharapkan menunjukkan peningkatan sebesar 0,2% dari bulan ke bulan, setelah penurunan 0,1% di bulan sebelumnya. Data ini diperkirakan akan memberikan arahan lebih jelas bagi pasar, yang sempat bergejolak pekan lalu.

Penguatan pasar saham pada hari Selasa ini juga memperkuat tren positif yang terjadi sejak akhir pekan lalu, dengan pasar terus pulih dari penurunan tajam pada 5 Agustus. Sejak penutupan tersebut, S&P 500 telah melonjak sebesar 4,2%. Volatilitas di pasar juga berkurang tajam, dengan Indeks Volatilitas Cboe (VIX) berada di bawah 20 pada hari Selasa, setelah sebelumnya sempat melonjak di atas 65 minggu lalu. Starbucks melonjak 24,5% setelah jaringan kopi tersebut menunjuk Brian Niccol, CEO Chipotle saat ini, sebagai CEO berikutnya. Saham Chipotle turun 7,5%.

Russell menambahkan bahwa investor yang sempat menjual saham dengan harapan harga akan turun mungkin merasa kecewa, karena ternyata kondisi pasar berbalik arah. Stabilitas yang kembali tercipta di pasar memberikan keyakinan baru bahwa tekanan inflasi mungkin tidak seburuk yang diperkirakan sebelumnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Libur Thanksgiving, Investor Siap “Gaspol” Besok Pagi

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Wall Street tutup...

Isu Akuisisi Bikin Saham Puma Terbang 18%, Bursa Eropa Selamat dari Zona Merah

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada...

Full Senyum! Bursa Asia Kompak Menghijau, Investor India Panen Besar

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Mayoritas bursa saham Asia-Pasifik berakhir menguat...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru