Info Terkini! Techno9 Indonesia (NINE) Sampaikan Perkembangan Proses Akuisisi Tambang Poh Group di Mongolia dan Kontraktor EPC+F
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) menyampaikan perkembangan terbaru terkait tambang Poh Group di Mongolia yang dimiliki melalui Poh Golden Ger Resources Pte Ltd (PGGR...
Keempat, kepatuhan terhadap seluruh peraturan perundang-undangan, peraturan, ketentuan pencatatan, serta persyaratan regulator lainnya yang relevan dengan transaksi. Kelima, penandatanganan dokumen transaksi yang bersifat definitif.
PGGR telah menandatangani suatu Framework Agreement for Mining Cooperation dengan kontraktor Engineering, Procurement and Construction + Finance (EPC+F) berskala besar di Mongolia. Entitas EPC+F tersebut merupakan perusahaan berskala besar yang dimiliki secara privat di Inner Mongolia, Tiongkok, didirikan sejak tahun 1998, dengan jumlah karyawan lebih dari 1.000 orang dan total aset melebihi US$500 juta.
Perusahaan tersebut secara legal memiliki dan mengoperasikan tambang terbuka (open-pit mines) dan tambang bawah tanah (underground mines), memiliki pengalaman matang dalam eksploitasi pertambangan dan manajemen operasi, serta telah menyelesaikan investigasi khusus atas tambang-tambang di Mongolia, Indonesia, dan negara lainnya, sehingga memiliki dasar yang kuat untuk kerja sama pertambangan lintas negara.
Entitas EPC+F tersebut menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama dengan PGGR (termasuk pihak-pihak terafiliasi seperti Poh Group (PG)/NINE) dalam eksploitasi tambang yang dimiliki secara langsung maupun tidak langsung, atau untuk melaksanakan kerja sama operasi (JO) dengan pihak ketiga di Indonesia.
Kerja sama tersebut dilaksanakan dengan ketentuan bahwa setiap proyek tambang dinilai layak secara ekonomi serta telah memperoleh persetujuan manajemen dan pemegang saham dari seluruh pihak terkait. Entitas EPC+F tersebut memiliki niat serta kapasitas untuk melakukan investasi lebih dari US$100 juta guna mengimplementasikan operasi pertambangan bagi proyek-proyek PG/NINE dan PGGR, dengan kapasitas produksi tahunan yang diproyeksikan melebihi 20 juta ton.
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Asuransi Maximus (ASMI) Berbalik Boncos! Rugi Rp124,2M pada Semester I-2026
- MK Kabulkan Uji Materi UU APBN, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Dana Pendidik...
- MK Sidangkan Gugatan Patriot Bond, Investor Kebal Pidana Dipersoalkan