INPS Buka-bukaan Soal Pemilik Manfaat Akhir, Keluarga Winata Pegang Kendali
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) akhirnya mengungkap identitas pemilik manfaat akhir atau Ultimate Beneficial Owner (UBO) perusahaan. Langkah ini merupakan jawaban atas pe...
Sementara itu, Lies Erliawati Winata menduduki posisi Komisaris Utama. Ia bertugas mengawasi arah kebijakan strategis dan tata kelola perusahaan sejak tahun 2019.
INPS memiliki sejarah panjang di industri energi nasional. Perusahaan yang didirikan oleh Surya Winata pada 1960 ini bermula dari usaha dagang bahan bakar kecil pada tahun 1960. Sejak tahun 1980, INPS dipercaya Pertamina sebagai perusahaan transportasi bahan bakar.
Kini, bisnis INPS telah berkembang luas ke berbagai sektor. Layanan mereka mencakup transportasi darat dan laut, pergudangan, hingga perdagangan LPG dan produk kimia.
Perseroan berkomitmen untuk menyelesaikan proses verifikasi identitas pengendali ini secepatnya. Hal ini dilakukan demi memenuhi prinsip transparansi di pasar modal.
Corporate Secretary INPS, Jerry Erfansyah memberikan alasan terkait keterlambatan pengungkapan data perorangan tersebut.
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Asuransi Maximus (ASMI) Berbalik Boncos! Rugi Rp124,2M pada Semester I-2026
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- Kontrak Baru WEGE Meroket 510%, Utang Turun Jadi Rp1,84 Triliun
- WEGE Rugi Rp89,89 Miliar pada Semester I 2026, Pendapatan Anjlok 55%