STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa mengawali pekan ini dengan penutupan yang kurang bergairah. Indeks utama di Benua Biru berakhir sedikit lebih rendah pada perdagangan Senin (8/12/2025) waktu setempat.. Para investor global tampaknya memilih sikap hati-hati. Mereka tengah menanti keputusan kebijakan moneter dari Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed pekan ini.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa tercatat turun tipis 0,07% saat bel penutupan berbunyi. Pergerakan bursa regional utama terlihat bervariasi. Indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,23% ke level 9.645,09. Sebaliknya, indeks DAX Jerman justru naik tipis 0,07% menjadi 24.046,01. Indeks CAC 40 Prancis tergelincir 0,08%.
Fokus utama pasar tertuju pada pertemuan terakhir The Fed tahun ini. Pedagang memperhitungkan peluang sekitar 87% untuk pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada hari Rabu nanti. Keputusan ini akan menjadi penentu arah bagi bank sentral lainnya. Bank Nasional Swiss, Bank of England, dan Bank Sentral Eropa juga dijadwalkan menggelar pertemuan kebijakan dalam waktu dekat.
Meski pasar lesu, sektor pertahanan justru tampil perkasa. Saham Renk melonjak 5,5%, diikuti Rheinmetall yang naik 3,6% dan Hensoldt bertambah 2,2%. Kenaikan ini terjadi setelah Citi menaikkan peringkat saham Renk dari netral menjadi beli. Analis bank investasi tersebut memberikan pandangannya dalam sebuah catatan.
“Kami terus memperkirakan belanja pertahanan Eropa akan terus meningkat, terlepas dari penyelesaian konflik di Ukraina karena Eropa bertujuan untuk mencegah agresi dengan memperkuat kemampuan militernya,” tulis analis Citi.
Sentimen pertahanan ini juga dipengaruhi oleh situasi geopolitik. Utusan Ukraina dari Presiden AS Donald Trump, Keith Kellogg, menyebut kesepakatan untuk mengakhiri perang Ukraina sudah sangat dekat. Ia menyoroti dua poin utama yang menjadi hambatan, yakni masa depan wilayah Donbas dan pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia.
“Jika kita menyelesaikan kedua masalah itu, saya pikir hal-hal lainnya akan berjalan cukup baik. Kita hampir sampai di sana,” ujar Kellogg pada hari Sabtu.
Sektor teknologi juga ikut meramaikan kenaikan. Saham terkait cip asal Belanda, BESI dan ASMI, masing-masing naik 5,2% dan 6,9%. Tren kecerdasan buatan atau AI terus menjadi pendorong utama minat investor. Saham ASML juga ditutup menguat 1,2%.
Berita korporasi lainnya datang dari debut bisnis es krim lepasan Unilever, The Magnum Ice Cream Company. Saham perusahaan ini dibuka pada 12,20 euro dan ditutup di level 12,97 euro di bursa Amsterdam. Harga referensi awal ditetapkan sebesar 12,80 euro atau sekitar US$ 14,93. CEO entitas baru tersebut, Peter ter Kulve, menyampaikan optimismenya jelang debut.
“Kami menjadi pemimpin global dalam es krim sebagai bagian dari keluarga Unilever. Sekarang, sebagai perusahaan terdaftar yang independen, kami akan lebih gesit, lebih fokus, dan lebih ambisius dari sebelumnya,” kata Peter ter Kulve.
Sementara itu, saham induk Unilever ditutup turun hampir 2%. Di tempat lain, saham merek kosmetik Prancis L’Oreal turun sekitar 2% setelah kabar peningkatan kepemilikan saham di perusahaan perawatan kulit AS, Galderma.
