back to top

IPCC Catat Kenaikan Cargo 15% dan Kunjungan Kapal 42%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) mencatatkan peningkatan kinerja operasional sepanjang tahun 2024. Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah cargo yang ditangani naik 15%, atau bertambah 138.505 unit, mencapai total 1.057.831 unit pada akhir tahun. Selain itu, jumlah kunjungan kapal yang merapat ke dermaga yang dikelola IPCC meningkat 42%, dengan total 2.978 kunjungan.

Peningkatan kinerja ini merupakan hasil dari berbagai transformasi yang diterapkan, termasuk pengembangan SDM, digitalisasi sistem operasional, serta integrasi layanan keuangan berbasis ERP. IPCC juga berhasil meningkatkan penanganan cargo truk/bus sebesar 69,21% YoY, dengan total 174.609 unit hingga Desember 2024. Hal ini menunjukkan tingginya permintaan sektor transportasi massal, serta dukungan terhadap program pemerintah dalam mengembangkan ekosistem hilirisasi pertambangan, seperti impor truk berbahan bakar fosil maupun listrik.

Di tengah penurunan angka penjualan mobil domestik yang tercatat turun 14,7% pada 2024 menurut GAIKINDO, IPCC tetap mencatatkan hasil positif. Cargo kendaraan bermotor (CB) tercatat mencapai 856.870 unit, meningkat 7,49% YoY, dengan penanganan 22.000 unit kendaraan listrik (EV) dari merk BYD, VINFAST, dan AION. Cargo alat berat juga mengalami pertumbuhan signifikan, naik 38,71% YoY, mencapai 26.352 unit.

Sugeng Mulyadi, Direktur Utama IPCC, mengatakan, “Transformasi dan standarisasi yang dilakukan, seperti pembenahan proses bisnis, penggunaan teknologi, serta penguatan HSSE, menjadi kunci capaian gemilang ini. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat.”

Menatap 2025, IPCC telah menyiapkan berbagai strategi untuk mendorong pertumbuhan. Salah satunya adalah ekspansi bisnis dengan memperluas jangkauan wilayah dan memperkenalkan terminal kendaraan khusus. “Fokus kami tahun ini adalah memberikan pelayanan maksimal kepada pengguna jasa, termasuk relokasi terminal domestik, ekspansi lahan, dan penataan lapangan penumpukan untuk meningkatkan kapasitas,” ungkap Endah Dwi, Senior Manager Sekretaris Perusahaan IPCC.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Astrindo Nusantara (BIPI) dan Indogas Kriya Dwiguna Teken Kesepakatan Jual Beli Gas Bumi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) -  PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) dan PT...

Dituding Tak Punya Izin Limbah, BRMS Pastikan Tambang Emas Palu Beroperasi Normal

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  - PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)...

OJK Panggil Mandiri Tunas Finance untuk Klarifikasi Dugaan Tindakan Kekerasan Debt Collector Mitra MTF

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Otoristas Jasa Keuangan atau OJK pada Rabu...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru