back to top

Iran Tolak Deeskalasi, Harga Emas Dunia Bertahan di Level USD 5.000

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia bergerak stabil pada akhir perdagangan Selasa (17/3/2026) waktu setempat atau Rabu pagi (18/3/2026) WIB. Pelaku pasar terus memantau konflik Iran yang semakin intensif. Investor juga tengah menanti keputusan kebijakan moneter dari bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed.

Mengutip CNBC International, harga emas spot hampir tidak berubah di posisi USD 5.000,61 per ons troi pada pukul 16.03. Di pasar berjangka AS, kontrak emas untuk pengiriman April ditutup menguat tipis 0,07% menjadi USD 5.005,90 per ons troi.

Pasar emas saat ini sedang mencerminkan sebuah aksi penyeimbangan. Ada permintaan aset aman akibat ketidakpastian geopolitik yang meningkat. Di sisi lain, terdapat tekanan dari inflasi yang memengaruhi pergerakan harga logam mulia tersebut.

Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, membagikan pandangannya mengenai tren harga emas ke depan. Ia menduga harga logam mulia ini masih berpotensi mencapai titik tertinggi baru.

“Saya pikir emas mungkin akan mencetak rekor tertinggi baru, tetapi saya curiga itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Saya pikir para bull baru saja kehabisan tenaga,” ujar Jim Wyckoff.

Emas dianggap sebagai aset aman selama periode ketidakpastian dan inflasi. Namun, logam mulia ini menjadi kurang menarik dalam lingkungan suku bunga tinggi. Hal ini dikarenakan emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga bagi para pemegangnya.

Perang antara AS-Israel melawan Iran kini telah memasuki minggu ketiga. Konflik ini menyebabkan gangguan parah pada perdagangan energi global. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran pelaku pasar akan terjadinya lonjakan inflasi.

Israel mengklaim telah membunuh kepala keamanan Iran pada hari Selasa. Sementara itu, pejabat senior Iran menyatakan pemimpin tertinggi yang baru telah menolak tawaran deeskalasi dari mediator. Iran menuntut agar Israel dan AS terlebih dahulu berlutut.

The Fed diperkirakan akan mengumumkan keputusan suku bunga pada hari Rabu. Sebagian besar investor memprediksi bank sentral akan mempertahankan suku bunga tetap stabil. Harga minyak internasional pun tercatat naik lebih dari 1% pada hari yang sama.

Lembaga Commerzbank dalam catatannya menilai pertemuan The Fed kali ini mungkin tidak memberikan dorongan besar bagi emas. Ketidakpastian durasi perang dan gangguan pasokan minyak kemungkinan membuat The Fed bersikap lebih hati-hati.

Pergerakan beragam juga terjadi pada logam mulia lainnya. Harga perak spot turun 1,97% ke posisi USD 79,17 per ons troi. Sebelumnya, harga perak sempat jatuh hingga 3% dalam sesi perdagangan tersebut.

Peningkatan harga justru terjadi pada logam lainnya. Harga platinum spot menguat 0,48% menjadi USD 2.124,30 per ons troi. Harga paladium juga ikut naik 0,41% ke level USD 1.605,12 per ons troi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Sekutu NATO “Emoh” Bantu Trump, Harga Minyak Langsung Terbang ke Level USD 103 per Barel

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia melonjak lebih dari...

Tensi Global Memanas, Harga Emas Terkoreksi Akibat Prediksi Suku Bunga Tinggi

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia mengalami penurunan tipis...

Trump Tekan Sekutu Soal Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Rontok Lebih dari 5%

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga minyak dunia merosot pada...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru