back to top

Jaga Stabilitas Pasar, BCA Siapkan Dana Rp5 Triliun untuk Buyback Saham 

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berencana membeli kembali sahamnya atau buyback. Dana yang disiapkan mencapai angka fantastis, yakni Rp5 triliun.

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi perusahaan, Rabu (28/1/2026), alokasi dana maksimal Rp5 triliun tersebut sudah mencakup biaya perantara pedagang efek. Dana itu juga untuk membiayai pengeluaran lain terkait aksi borong saham tersebut.

Tujuan utama rencana ini adalah mendukung stabilitas pasar modal Indonesia pada tahun 2026. Selain itu, manajemen BCA ingin meningkatkan kepercayaan investor. Langkah ini juga dimaksudkan untuk memberikan tingkat pengembalian yang lebih optimal bagi para pemegang saham.

Manajemen BCA memastikan kondisi keuangan perusahaan dalam keadaan sehat untuk menjalankan aksi ini. Bank swasta terbesar di Indonesia ini optimis langkah tersebut tidak akan mengganggu operasional bank.

“Perseroan yakin pelaksanaan Buyback tersebut tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan usaha Perseroan, kinerja keuangan, posisi permodalan dan likuiditas,” tulis manajemen BCA dalam dokumen keterbukaan informasinya.

Rencana buyback ini akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 12 Maret 2026 mendatang. Jika mendapatkan restu pemegang saham, BCA akan melaksanakan pembelian kembali dalam jangka waktu 12 bulan sejak tanggal persetujuan.

Jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 10% dari modal disetor perusahaan. BCA juga menjaga agar jumlah saham yang beredar di publik (free float) tetap aman. Angkanya dipastikan tidak akan kurang dari 7,5% dari jumlah saham tercatat setelah aksi ini selesai.

Seluruh dana yang digunakan berasal dari dana internal perusahaan. BCA menegaskan tidak menggunakan dana pinjaman atau hasil penawaran umum. Nantinya, pembelian saham dilakukan melalui pasar reguler di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menggandeng PT BCA Sekuritas.

Dilihat dari sisi permodalan, BCA menjamin modal tetap berada di atas batas minimum aturan OJK. Berdasarkan data per 31 Desember 2025, proforma rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) BCA diperkirakan berada di level 29,18% setelah buyback. Sementara itu, rasio pengembalian ekuitas atau Return on Equity (ROE) diprediksi justru meningkat menjadi 23,67%.

Langkah ini mempertegas posisi BCA sebagai emiten dengan likuiditas yang sangat kuat. Investor diharapkan terus memperhatikan informasi terbaru dari perusahaan menjelang pelaksanaan RUPST Maret mendatang.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Merdeka Gold Resources Jajaki Peluang Melantai di Bursa Hong Kong, Begini Progresnya

STOCKWATCH.ID, Jakarta – PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS)...

Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, BEI “Bedah” Transparansi Demi Jawab Warning MSCI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak cepat...

Medco Targetkan Produksi 170 Ribu Barel Minyak per Hari pada 2026, Tertinggi Sepanjang  Sejarah

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru