Januari 2024, Pyridam Farma Gelar PUT Senilai Rp1,6 Triliun
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) berencana melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) I sebanyak 16 miliar saham bernominal Rp100 per unit dengan hak memesan efek terlebih...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) berencana melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) I sebanyak 16 miliar saham bernominal Rp100 per unit dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) pada Januari 2024.
Penambahan modal dari hasil PMHMETD I tersebut akan memperkuat struktur permodalan Perseroan. Selain itu, pelaksanaan PMHMETD dapat meningkatkan kemampuan Perseroan dalam kegiatan operasional, investasi, dan pendanaan. Dalam jangka panjang, PMHMETD juga diharapkan akan meningkatkan daya saing usaha dan peningkatan hasil nilai investasi bagi pemegang saham Perseroan.
Dari PMHMETD saham tersebut di atas, emiten di bidang farmasi tersebut, berpeluang mendapatkan tambahan modal sebesar Rp1,6 triliun.
- Bursa Asia-Pasifik Bervariasi, Nikkei Pimpin Penguatan di Tengah Kenaikan Harga...
- Dividen Interim INPP Rp4,5 per Saham, Catat Jadwal Cum Dividen
- IHSG Anjlok 1,53% ke 6.267,88, Sebanyak 542 Saham Melemah
- Softbank Ventura Indonesia Tambah Saham NANO, Kepemilikan Tembus 10,01%
- Airlangga Hartarto: Kualitas dan Transparansi Emiten Kunci Utama Kepercayaan Inv...
- United Tractors Perkuat Strategi Bisnis Berkelanjutan, Kelola 130 Ribu Hektar Hu...
- BRI Peduli Bangun Posyandu Matahari di Sleman, Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan...
- Prabowo Putuskan Calon Gubernur BI Pekan Ini, Intip Daftar Kandidat Pengganti Pe...
- Bursa Asia-Pasifik Bervariasi, Nikkei Pimpin Penguatan di Tengah Kenaikan Harga...
- Dividen Interim INPP Rp4,5 per Saham, Catat Jadwal Cum Dividen
- Asuransi Bintang (ASBI) Ungkap Dugaan Penggelapan Dana dan Investasi
- Jelang Rilis Data Inflasi AS, Harga Emas Dunia Kembali Bergerak Menguat
- Saham BNBR Kena Notasi Khusus G dari BEI, Ini Tanggapan OJK
- Profil Destry Damayanti, Kandidat Tunggal Gubernur BI Pengganti Perry Warjiyo
- Harga Minyak Dunia Melonjak 5%, Imbas Ketidakpastian Negosiasi AS-Iran