Stockwatch.id Versi penuh
Market

JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem

Oleh konrad 01 Aug 2026 16:45 2 menit baca

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Niramas Utama Tbk (JELI) memberikan klarifikasi terkait kejadian tidak wajar yang terjadi pada perdagangan saham perseroan setelah muncul antrean penawaran jual sekitar 68 juta lot pada 30 Juli 2026.

Jumlah tersebut jauh melampaui total saham JELI yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 12,66 juta lot. Dari jumlah itu, sekitar 2,66 juta lot merupakan saham yang dimiliki masyarakat.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan Corporate Secretary JELI, Felicia Novianti Lukman, Sabtu 1 Agustus 2026, antrean penawaran jual tersebut hanya tercantum dalam order book dan tidak otomatis menunjukkan transaksi yang telah terjadi.

Perseroan menjelaskan kemunculan antrean jual dalam jumlah besar tersebut menarik perhatian pelaku pasar. Pada saat yang sama, saham JELI mengalami peningkatan tekanan jual dan volatilitas yang berpotensi memengaruhi persepsi investor terhadap perdagangan saham perseroan.

“Pada perdagangan saham Perseroan, berdasarkan informasi yang diperoleh Perseroan dari pihak lain, sempat tercatat antrian penawaran jual sekitar 68.000.000 lot. Jumlah tersebut secara signifikan melampaui total saham Perseroan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia sebanyak 12.660.000 lot, termasuk saham yang dimiliki masyarakat sebanyak 2.660.000 lot,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi.

Perseroan menyampaikan keterbukaan informasi tersebut untuk memberikan informasi yang akurat, memadai, dan berimbang kepada investor serta para pemangku kepentingan.

Berdasarkan hasil pertemuan dengan BEI pada 30 Juli 2026, bursa memberikan penjelasan terkait penyebab munculnya antrean jual jumbo tersebut.

“BEI memberikan klarifikasi bahwa kejadian tersebut bukan disebabkan oleh gangguan sistem BEI, serangan siber (cyberattack), maupun gangguan teknis (glitch) pada sistem perdagangan BEI,” ujar manajemen.

Menurut hasil penelusuran awal BEI, kejadian tersebut berkaitan dengan indikasi ketidaksesuaian penyampaian pesanan jual oleh Anggota Bursa (AB). Kondisi itu memunculkan penawaran jual dalam jumlah yang jauh melebihi jumlah saham perseroan yang tercatat di BEI.

Saat ini, indikasi permasalahan pada Anggota Bursa terkait masih dalam proses penelaahan oleh pihak bursa. 

Niramas Utama menegaskan tetap berkomitmen menjalankan keterbukaan informasi, tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), serta menjaga komunikasi yang transparan dengan investor, regulator, dan pemangku kepentingan.

Perseroan juga memastikan kejadian tersebut tidak berdampak material terhadap kegiatan usaha maupun kondisi keuangan perusahaan.

“Persepsi pasar yang negatif memicu tekanan jual (panic selling) sehingga menyebabkan harga saham JELI bergerak tidak wajar dan berdampak pada reputasi saham Perseroan. Namun demikian, kondisi tersebut tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha. Operasional dan fundamental Perseroan tetap terjaga,” tulis manajemen.

Topik terkait
jeli nirmas utama saham jeli bei antrean jual 68 juta lot bursa efek indonesia