back to top

Kabar Gembira! BRI Group Pangkas Bunga PNM Mekaar 5% dan Perbanyak Kuota Rumah Murah

STOCKWATCH.ID (SUMEDANG) – BRI Group resmi mengumumkan penurunan suku bunga pembiayaan PNM Mekaar hingga 5%. Kebijakan strategis ini bertujuan memperkuat ekonomi rakyat dan mendukung program Asta Cita Pemerintah.

Pengumuman bersejarah ini disampaikan dalam acara sinergi “Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat” di Sumedang, Jumat (13/2/2026). Langkah ini menjadi kado istimewa bagi para pelaku usaha ultra mikro, khususnya kaum perempuan.

Direktur Corporate Banking BRI, Riko Tasmaya, menjelaskan penurunan bunga ini merupakan yang pertama kali dalam 10 tahun perjalanan PNM Mekaar. Sebelumnya, tingkat bunga pada program ini tidak pernah berubah.

Kebijakan tersebut akan langsung meringankan beban angsuran nasabah. Para pelaku usaha kini memiliki ruang lebih luas untuk mengembangkan modal mereka. Langkah ini juga menjadi benteng masyarakat dari jeratan pinjaman online ilegal yang merugikan.

“Tingkat suku bunga yang selama ini tidak pernah berubah kami turunkan hingga 5% dari biaya bunga sebelumnya,” ujar Riko.

Selain pembiayaan mikro, BRI Group juga tancap gas mendukung target 3 Juta Rumah bagi rakyat. Dukungan ini mengalir melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Kredit Program Perumahan (KPP).

Pada 2025, BRI meningkatkan kuota FLPP hampir 100% secara tahunan (YoY). Kuota yang sebelumnya hanya 32.000 unit kini melonjak jadi 60.000 unit rumah. Hingga 11 Februari 2025, BRI telah menyalurkan pembiayaan untuk 3.174 unit rumah.

Capaian BRI pada sektor Kredit Program Perumahan (KPP) juga sangat tinggi. Hingga awal 2026, BRI telah menyerap kuota KPP sebesar Rp2,30 triliun. Dana tersebut disalurkan kepada 17.443 debitur di seluruh Indonesia.

Angka penyaluran ini mencapai 28,75% dari total target Rp8 triliun pada tahun ini. Kontribusi BRI tercatat mendominasi sekitar 52,2% dari total penyaluran KPP nasional.

Langkah BRI Group ini sejalan dengan visi “Indonesia Incorporated” yang diusung Presiden Prabowo Subianto. Konsep tersebut menekankan kolaborasi antara pelaku usaha besar, menengah, dan kecil untuk kemajuan bersama.

“Yang besar maju tarik yang kurang kuat. Yang kuat tarik yang lemah,” tegas Presiden Prabowo.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif BRI Group. Menurutnya, penurunan bunga PNM Mekaar adalah jawaban nyata atas kebutuhan rakyat kecil saat ini.

Menteri Maruarar berharap kebijakan ini dapat menjaga ketahanan ekonomi keluarga dalam jangka panjang. Akses pembiayaan yang murah menjadi kunci agar masyarakat bisa memiliki hunian layak sekaligus tetap produktif.

“Penurunan suku bunga dari BRI Group ini adalah jawaban nyata atas kebutuhan masyarakat,” kata Maruarar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Masuk Tahun Kuda Api 2026, Bisnis Apa yang Untung dan Mana yang Tertekan?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Memasuki tahun 2026, pelaku usaha perlu...

Pendapatan dan Laba Hasnur Shipping  (HAIS) Kompak Turun pada 2025, Ini Penyebabnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Perusahaan pelayaran dan logistikterintegrasi, PT Hasnur International...

Rugi Link Net Meningkat 23,73% Menjadi Rp1,45 Triliun pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Kinerja keuangan PT Link Net Tbk (LINK)...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru