Kantongi Rp2,5 Triliun, Bank Neo Commerce (BBYB) Habiskan Dana Rights Issue untuk Ini
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) melaporkan pertanggungjawaban penggunaan dana hasil Penawaran Umum Terbatas (PUT) V dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau Right...
Berdasarkan data realisasi, porsi terbesar penggunaan dana lari ke kegiatan operasi perbankan. Jumlahnya mencapai Rp1 triliun. Angka ini setara dengan sekitar 40% dari target alokasi.
Selanjutnya, BBYB menggelontorkan dana jumbo untuk pengembangan teknologi informasi. Nilainya sebesar Rp681,451 miliar. Hal ini sejalan dengan fokus bank digital tersebut dalam memperkuat infrastruktur teknologinya.
Perseroan juga menggunakan dana hasil rights issue untuk ekspansi bisnis berupa penyaluran kredit. Dana yang terserap untuk pos ini tercatat sebesar Rp444,8 miliar.
Terakhir, dana sebesar Rp375,.415 miliar dipakai untuk memperkuat rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM). Seluruh realisasi ini sudah sesuai dengan rencana penggunaan dana yang ditetapkan sebelumnya.
Sebagai informasi tambahan, total biaya penawaran umum yang dikeluarkan BBYB sebesar Rp2,54 miliar terdiri dari beberapa komponen. Biaya terbesar adalah jasa lembaga penunjang pasar modal senilai Rp884,75 juta. Diikuti oleh biaya jasa profesi penunjang pasar modal sebesar Rp866,21 juta, serta biaya jasa konsultasi keuangan senilai Rp770 juta.
- 1
- 2
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- Kinerja Moncer, Laba Bersih CBDK Melonjak 225% Jadi Rp1,68 Triliun di Semester...
- PANI Cetak Rekor Laba Rp1,7 Triliun, Melonjak 484% di Semester I 2026
- Transformasi Digital dan AI Bawa Laba Bank Neo Commerce Naik ke Rp294,85 Miliar...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- TBIG Bukukan Pendapatan Rp3,46 Triliun pada Semester I 2026, Tambah 2.023 Penyew...