Kenaikan Harga Nikel dan RKAB 2024, Dorong Produksi dan Penjualan NICL

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Pada triwulan II-2024, situasi geopolitik global berkembang pesat. Sanksi yang meluas dari AS dan Inggris terhadap Rusia berdampak pada ekspor bahan mentah dan larangan penju...

Kenaikan Harga Nikel dan RKAB 2024, Dorong Produksi dan Penjualan NICL
Bacakan Artikel

Di sisi neraca, NICL mencatatkan total aset sebesar Rp881,7 miliar pada Triwulan I-2024, tumbuh signifikan dibandingkan total aset pada Triwulan I-2023 yang sebesar Rp692,1 miliar. Total hutang pada Triwulan I-2024 tercatat sebesar Rp123,9 miliar, tidak berubah signifikan dari periode sebelumnya yang sebesar Rp119,9 miliar. Sementara total ekuitas perusahaan meningkat dari Rp572,1 miliar menjadi Rp757,7 miliar pada Triwulan I-2024, disebabkan oleh peningkatan saldo laba perusahaan.

Hingga Triwulan I-2024, NICL memiliki lahan konsesi pertambangan nikel di Desa Buleleng, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali. Lahan tersebut memiliki izin usaha pertambangan operasi produksi seluas 198 hektar dengan area tertambang seluas 47 hektar. Cadangan terkira di daerah IUP perusahaan mencapai 3,7 juta ton dengan kadar Ni sebesar 1,51%.

Entitas anak, PT IBM, memiliki lahan konsesi pertambangan nikel di Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Lahan tersebut memiliki izin usaha pertambangan operasi produksi seluas 576 hektar dengan area tertambang seluas 60,72 hektar. Cadangan terkira dan terbukti di area ini mencapai 9,42 juta ton dengan kadar Ni sebesar 1,30%.

Pilih Halaman: