STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Kinerja keuangan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) tampak masih belum pulih. Buktinya, hingga akhir tahun 2025, Perseroan masih mencatat rugi Rp3,92 triliun, naik meningkat 51,7% dari Rp2,58 triliun pada 2024.
Kerugian WSKT, menurut laporan keuangan per 30 September 2024 yang dipublikasikan Selasa, 31 Maret 2026 disebabkan antara lain oleh, pendapatan bersih Perseroan yang merosot 17,64% menjadi Rp8,82 triliun pada 2025, dari Rp10,71 triliun pada tahun 2024.
Penurunan terbesar pendapatan WSKT sepanjang tahun 2025 adalah dari jasa konstruksi yang anjlok 14,28% menjadi Rp6,76 triliun, dari Rp7,89 triliun pada tahun 2024. Adapun penjualan precast terpangkas 49,13% jadi Rp682,72 miliar, dari Rp1,34 triliun. Pendapatan jalan tol dan properti, masing-masing turun 6,59% menjadi Rp103 miliar, dan 65,18% menjadi Rp61,46 miliar dari Rp176,83 miliar.
Seiring pendapatan, beban pokok pendapatan WSKT ikut turun 22,09%, dari Rp9,28 triliun pada 2024 menjadi Rp7,23 triliun pada tahun 2024. Ini mendorong laba kotor WSKT tumbuh 11,59% menjadi Rp1,57 triliun pada 2025 dibanding Rp1,41 triliun pada tahun 2024.
Selain pendapatan yang turun, kerugian WSKT juga dipicu oleh membengkaknya beban lain-lain sebesar 831,86%, dari Rp102,32 miliar jadi Rp953,54 miliar pada 2025. Adapun beban umum dan administrasi, meningkat 4,03% menjadi Rp1,55 triliun pada 2025, dari tahun sebelumnya sebesar Rp1,49 triliun. Sementara beban keuangan turun tipis menjadi Rp4,03 triliun, dari Rp4,33 triliun pada 2024.
Peningkatan beban lain-lain, serta beban umum dan administrasi menyebabkan emiten di bidang konstruksi beraset Rp70,73 per triliun per Desember 2025 itu menderita rugi sebelum pajak sebesar Rp4,39 triliun pada 2025, meningkat 13,67% dari Rp3,86 triliun pada tahun 2024. (konrad)
