STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Kinerja keuangan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) belum menggembirakan, meski berhasil memangkas rugi tahun berjalan sepanjang periode Januari sampai dengan September 2025. Hal ini tergambar dalam laporan keuangan WSBP yang disampaikan ke BEI, dikutip Senin (20/10/2025).
Menurut laporan keuangan per 30 September 2025, Perseroan masih rugi Rp324,22 miliar (Rp3,71 per saham), turun 49,4% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai Rp640,66 miliar (Rp11,11 per saham).
Sementara itu, pendapatan usaha WSBP tercatat sebesar Rp1,17 triliun per September 2025. Realisasi ini turun 12,03% dibandingkan pendapatan usaha WSBP di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,33 triliun.
Seiring pendapatan usaha, beban pokok pendapatan juga turun 11,12% menjadi Rp966,67 miliar dari Rp1,088 triliun. Meski begitu, laba kotor WSBP tetap terpangkas 18,2% dari Rp246,20 miliar menjadi Rp201,49 miliar per September 2025.
Perseroan mampu mengurangi sejumlah beban, di antaranya beban penjualan, beban umum dan administrasi, serta beban non-contributing plant. Perseroan juga mampu mencatat pendapatan lain-lain bersih Rp59,71 miliar per September 2025. Total beban usaha hingga akhir September 2025 tercatat Rp309,76 miliar, turun 54% dari Rp673,95 miliar pada periode yang sama tahun 2024.
Dari sisi neraca, total aset WSBP per 30 September 2025 tercatat sebesar Rp3,13 triliun, turun 13,3% dari posisi Rp3,61 triliun pada akhir Desember 2024. Penurunan terutama berasal dari kas dan setara kas yang turun drastis menjadi Rp44,65 miliar dari Rp205,75 miliar pada akhir tahun lalu.
Sementara itu, total liabilitas tercatat Rp4,92 triliun, turun 4,8% dibandingkan Rp5,17 triliun per akhir 2024. Adapun defisiensi modal tercatat sebesar Rp1,79 triliun per 30 September 2025, naik 15,5% dari Rp1,55 triliun per 31 Desember 2024.
